Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tiga Daerah Ini Jadi Tulang Punggung Produksi Beras Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:40 WIB

TERTINGGI: Menurut kota tujuan, jumlah perjalanan tertinggi terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), meningkat 12,26 persen. (RORO/KP)
TERTINGGI: Menurut kota tujuan, jumlah perjalanan tertinggi terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), meningkat 12,26 persen. (RORO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Produksi padi di Kalimantan Timur masih bertumpu pada beberapa daerah utama. Tiga kabupaten tercatat menjadi penyumbang terbesar produksi beras bagi provinsi ini.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, sentra produksi padi terbesar berada di Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Wilayah tersebut selama ini menjadi garda terdepan dalam memasok kebutuhan beras masyarakat Kaltim. Menurutnya, dominasi tiga daerah tersebut terlihat dari jumlah produksi yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain di Kaltim.

“Di Kutai Kartanegara itu sekitar 173 ribu ton. Kemudian Paser sekitar 105 ribu ton, dan Penajam Paser Utara sekitar 74 ribu ton,” jelasnya. Tiga daerah tersebut menjadi pusat produksi utama yang menopang kebutuhan pangan daerah.

Baca Juga: Stok Beras di Samarinda dan Enam Kabupaten Kota di Kaltim Cukup hingga Empat Bulan ke Depan

Namun di luar wilayah tersebut, sebagian besar kabupaten dan kota masih mengalami kekurangan produksi beras. “Kalau kita lihat dari data kabupaten kota, yang sudah surplus itu baru Paser. Sementara di sembilan kabupaten kota lainnya kita masih defisit,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam upaya memperkuat kemandirian pangan. Apalagi kebutuhan beras diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Fahmi menilai, potensi pengembangan produksi padi di Kaltim sebenarnya masih terbuka lebar. Namun perlu strategi yang tepat untuk meningkatkan hasil pertanian secara merata di seluruh wilayah.

Baca Juga: Defisit Beras Kaltim Masih 194 Ribu Ton: Produksi Lokal Baru Penuhi 45 Persen

Selain itu, pengembangan sektor pertanian juga harus memperhatikan kondisi geografis dan karakter lahan di masing-masing daerah. “Kita memang punya daerah-daerah yang menjadi lumbung produksi, tetapi ke depan kita juga harus mendorong wilayah lain untuk meningkatkan produksinya,” katanya.

Dia menambahkan, distribusi produksi yang tidak merata membuat sebagian wilayah masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas lahan, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani agar produksi padi dapat meningkat secara bertahap.

“Tujuannya supaya kita tidak terus bergantung pada pasokan dari luar. Kita ingin produksi lokal semakin kuat,” ujarnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan di Kaltim.(*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#produksi beras kaltim #kutai kartanegara #kaltim #beras