Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Militer Israel Cegat 2 Proyektil dari Lebanon saat Hizbullah Tolak Syarat Gencatan Senjata

Ari Arief • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:56 WIB
PROYEKTIL: Sebuah proyektil melintas di atas langit Israel.(rtr)
PROYEKTIL: Sebuah proyektil melintas di atas langit Israel.(rtr)

 

KALTIMPOST.ID,TEL AVIV–Militer Israel melaporkan telah berhasil mencegat dua proyektil yang terdeteksi melintasi wilayah udaranya dari arah Lebanon. Insiden ini memicu aktifnya sirine peringatan bahaya di kawasan Yiftah dan Ramot Naftali.

Ketegangan terbaru ini terjadi di tengah buntunya upaya diplomasi, setelah kelompok militan Hizbullah secara tegas menolak usulan gencatan senjata yang dikaitkan dengan pelucutan senjata mereka.

Baca Juga: Obral Barang Koruptor! KPK Lelang iPhone 11 Pro Rp 231 Ribu dan Truk Murah

Hizbullah Ajukan Syarat Balasan

Dilansir dari Reuters, Minggu (7/6/2026), bentrokan bersenjata antara kedua belah pihak masih terus berkecamuk. Menanggapi draf perdamaian yang diajukan, Hizbullah menegaskan posisi mereka.

Hentikan Serangan: Israel harus terlebih dahulu menghentikan seluruh operasi militernya di wilayah Lebanon.

Tarik Pasukan: Militer Israel wajib menarik mundur seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon selatan sebelum kesepakatan dapat dicapai.

Baca Juga: Bawang Merah "Menggigit" di PPU, Naik 8,69 Persen di Awal Juni

Iran Pasang Badan

Di sisi lain, dinamika geopolitik kian rumit setelah Iran ikut menetapkan syarat dalam diplomasi global. Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata antara sekutu dekatnya, Hizbullah, dan Israel merupakan syarat mutlak bagi kesepakatan perdamaian apa pun dengan Amerika Serikat.

Latar Belakang Konflik

Baca Juga: Warga PPU Wajib Simak! Ini Detail Prakiraan Cuaca di Empat Kecamatan hingga 12 Juni 2026

Awal Perang Baru: Hizbullah secara resmi masuk ke dalam perang pada 2 Maret sebagai aksi balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran pada awal konflik. Krisis ini telah menewaskan ribuan orang di Lebanon dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Pelanggaran Gencatan Senjata: Meskipun sempat ada gencatan senjata yang dimediasi oleh AS pada November 2024, Israel tetap melanjutkan serangan udara dan daratnya di Lebanon bahkan sebelum 2 Maret.

Baca Juga: Gencar Berantas Kriminalitas, Polres PPU Ungkap Ragam Kasus Mulai Modus QRIS Palsu hingga Pencurian Besi Proyek

Target Israel: Tel Aviv mengklaim bahwa seluruh operasi militer yang mereka lancarkan murni ditargetkan untuk melumpuhkan anggota dan infrastruktur milik Hizbullah.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#amerika serikat #Israel #iran #lebanon