KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dunia perhotelan Balikpapan sempat terpukul oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang dikeluarkan pada awal tahun lalu.
Menekan jumlah kegiatan resmi di hotel hingga okupansi dan pendapatan pelaku usaha merosot tajam. Namun, Blue Sky Hotel Baljkpapan mampu beradaptasi dengan mencari segmen pasar baru.
“Memang di awal tahun saat efisiensi anggaran pemerintah dampaknya terasa berat. Tapi kita harus beradaptasi karena ada tanggung jawab kepada karyawan, owner dan tamu. Bersyukur saat ini okupansi mulai membaik seiring dengan meningkatnya kegiatan kedinasan dan kementerian di Balikpapan,” jelas General Manager Blue Sky Hotel Balikpapan I Nyoman Bandisa Sastika, Selasa (23/9).
Nyoman menambahkan, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan resmi menjadi pusat pemerintahan pada 2028 memberi harapan baru bagi sektor perhotelan.
“Dengan adanya IKN, Balikpapan akan semakin strategis. Kami optimistis sektor perhotelan akan ikut terdampak positif, baik dari sisi okupansi maupun event-event berskala nasional dan internasional,” katanya.
Dengan reputasi sebagai hotel legendaris, Blue Sky Hotel Balikpapan berkomitmen menjaga keseimbangan kepentingan tiga pihak utama mulai owner, karyawan dan tamu. Menurut Nyoman, kebahagiaan karyawan akan menciptakan pelayanan yang tulus dan berdampak pada kepuasan tamu.
“Hotel adalah bisnis people. Kalau karyawan happy, maka mereka akan lebih mudah membuat tamu happy. Jadi kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang baik, sekaligus memberikan nilai terbaik kepada owner dan tentu memberikan pelayanan istimewa kepada tamu,” tuturnya.
Ke depan, Blue Sky Hotel berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar dalam pengembangan sektor pariwisata, termasuk kemudahan regulasi dan promosi. “Kami ingin Balikpapan semakin hidup dari sisi pariwisata dan bisnis, sehingga dampaknya juga terasa pada perekonomian masyarakat,” tutur Nyoman.
Meski sudah berusia 52 tahun, manajemen Blue Sky Hotel Balikpapan tidak berhenti berbenah. Mereka secara rutin melakukan renovasi dan modernisasi fasilitas. Mulai kamar tamu, ruang pertemuan, hingga restoran terus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan generasi wisatawan masa kini.
“52 tahun tentunya bukan usia yang kecil. Namun dari owner sangat agresif untuk terus meng-upgrade produk. Kamar-kamar sudah baru, meeting room juga baru. Setiap tahun selalu ada renovasi dan perbaikan. Produk yang baik harus diimbangi dengan pelayanan yang prima, itu pesan penting dari owner kepada kami,” tegas Nyoman.
Selain itu, restoran di Blue Sky pun terus memperkuat identitas hotel sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Balikpapan. Kehadiran Sushi Ten yang merupakan Japanese Restaurant, Chinese Restaurant yang terkenal dengan nama Golden Palace, hingga Garden Restaurant dengan menu nusantara dan western menjadikan hotel ini dikenal sebagai “best food in town”.
Nyoman menuturkan, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-52, Blue Sky menggelar sejumlah kegiatan sosial. Pihak hotel mengunjungi panti asuhan, pondok yatim, dan pondok pesantren untuk memberikan donasi. Selain itu, hotel juga berkolaborasi dengan PMI mengadakan donor darah yang melibatkan karyawan, media, hingga rekan-rekan dari hotel lain. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo