KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Neraca perdagangan Kalimantan Timur pada awal 2026 masih mencatatkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim melaporkan bahwa pada Januari 2026 neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD947,42 juta.
Surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja perdagangan sektor nonmigas yang masih mencatatkan nilai ekspor jauh lebih tinggi dibandingkan impor.
Dijelaskan Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, sektor nonmigas menjadi penyumbang utama surplus neraca perdagangan daerah. Pada periode tersebut, sektor itu mencatatkan surplus yang cukup besar. “Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus USD1.415,70 juta,” jelasnya.
Di sisi lain, sektor migas justru mengalami kondisi sebaliknya. Nilai impor migas tercatat lebih tinggi dibandingkan ekspor sehingga menghasilkan defisit pada neraca perdagangan sektor tersebut. “Sebaliknya sektor migas tercatat defisit USD468,28 juta,” lanjut Mas’ud.
Berdasarkan data BPS, total nilai ekspor pada Januari 2026 tercatat USD1.585,06 juta. Nilai tersebut terdiri dari ekspor migas USD115,94 juta dan ekspor nonmigas USD1.469,12 juta.
Sementara itu, dari sisi impor, total nilai impor Kaltim pada Januari 2026 mencapai USD637,64 juta. Angka tersebut terdiri dari impor migas USD584,22 juta dan impor nonmigas USD53,42 juta.
Mas’ud menjelaskan bahwa struktur neraca perdagangan Kaltim masih menunjukkan ketergantungan yang cukup besar pada sektor nonmigas sebagai penopang utama kinerja ekspor daerah.
Komoditas nonmigas, terutama dari sektor sumber daya alam, masih menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Kaltim.
Sementara itu, sektor migas cenderung menunjukkan pola defisit karena tingginya kebutuhan impor untuk memenuhi kebutuhan energi dan industri di daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo