KALTIMPOST.ID- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memastikan pengerjaan pembangunan offtake distribusi air bersih masih berjalan. Infrastruktur yang berada di sekitar RSUD Taman Husada ini dikebut oleh kontraktor pemenang tender yakni PT Risa Binatama.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan berdasarkan progres akhir pekan lalu di angka 47 persen. “Ini karena sebelumnya masih menunggu konsinyasi terkait pembebasan lahan,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Meski demikian, ia optimistis kontraktor dapat merampungkan pengerjaan hingga akhir kontrak. Diketahui, Pemkot Bontang mengucurkan anggaran senilai Rp 21,9 miliar untuk proyek ini.
“Sudah termasuk dengan pemasangan pipa yang terhubung WTP Bhayangkara. Khusus pemasangan pipa sudah rampung,” ucapnya. Berdasarkan pengamatan Kaltim Post, bekas penggalian jalan untuk pipa koneksi sudah ditutup. Khususnya di sepanjang Jalan Brigjen Katamso dan S Parman.
Baca Juga: Pemasangan Jargas di Bontang Libatkan Ratusan Pekerja
Pemkot Bontang mendapatkan kewenangan untuk membebaskan lahan offtake dan pembangunannya. Sementara untuk pembangunan infrastruktur di lubang bekas tambang milik PT Indominco Mandiri menjadi ranah Pemprov Kaltim.
Sebelumnya, pembebasan lahan memakai skema konsinyasi. Jadi uang dititipkan ke Pengadilan Negeri Bontang. “Sejak akhir Oktober sudah kami titip ke pengadilan,” tutur dia. Berdasarkan data dari Pengadilan Negeri Bontang, terdapat tujuh termohon terkait kepemilikan lahan.
“Bahkan pengadilan sudah mengeluarkan putusan yakni mengabulkan permohonan pemohon dalam hal ini Pemkot Bontang,” ucapnya. Nominal tersebut untuk pembayaran ganti kerugian tanah berikut bangunan dan tanaman di atasnya seluas 2.240 meter persegi untuk kepentingan umum pembangunan Offtake Telihan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Marangkayu di Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki