KALTIMPOST.ID,IKN-Salah satu pemandangan kontras yang akan dirasakan warga saat memasuki kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah hilangnya "hutan" kabel yang biasanya semrawut di atas kepala. Tak hanya itu, aspal mulus di kawasan ini dipastikan aman dari tambal sulam akibat galian pipa maupun kabel yang seringkali menghiasi kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Rahasia di balik kerapihan estetika kota ini terletak pada sistem Multi-Utility Tunnel (MUT) atau terowongan infrastruktur bawah tanah yang terpadu.
MUT bukan sekadar saluran air biasa. Terowongan ini dirancang khusus untuk menampung seluruh urat nadi kota dalam satu wadah bawah tanah, mulai dari jaringan kabel listrik, fiber optik (telekomunikasi), pipa air bersih, hidran, hingga pipa gas. Semua infrastruktur tersebut dibagi ke dalam beberapa kompartemen khusus yang tertata rapi.
Baca Juga: Antisipasi Darurat Sampah Penyangga IKN, Pusat Kucurkan Rp 117 Miliar Bangun TPST Penajam PPU
Keberadaan MUT ini menghapus kebutuhan tiang listrik yang mengganggu pemandangan dan menutup celah bagi proyek galian konvensional di permukaan jalan yang kerap memicu kemacetan dan polusi suara.
Secara teknis, MUT memberikan keuntungan jangka panjang bagi pemeliharaan kota. Jika terjadi kerusakan atau diperlukan penambahan kapasitas jaringan, teknisi cukup masuk ke dalam terowongan melalui akses yang sudah disediakan.
"Dengan sistem ini, perbaikan atau penggantian perangkat utilitas bisa dilakukan tanpa harus membongkar jalanan kota," ujar Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Agung Budi Waskito, dalam keterangan resminya, Minggu (22/3).
Baca Juga: Penentuan Idulfitri 1447 H, Rusun ASN IKN Jadi Pusat Pantau Hilal di Kaltim
Hal ini sejalan dengan ambisi IKN untuk menjadi smart city yang ramah lingkungan. Minimnya gangguan konstruksi di permukaan jalan berarti mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pemerintahan tetap berjalan lancar tanpa terhambat oleh lubang galian.
Progres Pembangunan di KIPP
Saat ini, PT Wijaya Karya tengah menggenjot pembangunan MUT, khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek ambisius ini mencakup pembangunan jalan sepanjang sekitar 10,96 kilometer dengan enam lajur, lengkap dengan sistem MUT dan jembatan penghubung.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antar-zona strategis di IKN, tetapi juga menjadi fondasi bagi tata ruang kota yang lebih modern, berkelanjutan, dan naik kelas dibandingkan kota-kota lainnya.
"Sistem utilitas terpadu ini adalah fondasi bagi pengembangan kawasan yang terintegrasi, menciptakan tata ruang yang jauh lebih tertib," kata Agung.(*)
Editor : Thomas Priyandoko