Karena itu, budaya masyarakat di berbagai daerah yang melakukan pengobatan dengan cara alami terus terjaga hingga saat ini.
Di antaranya beragam tumbuhan herbal Kalimantan yang kerap dipercaya oleh etnis asli yang mendiami Ibu Kota Nusantara (IKN).
Etnis Dayak di Kalimantan bahkan memanfaatkan tumbuhan sejenis rumput liar yang kerap mereka sebut hiring sebagai obat maag dan batuk.
Menurut repository.unja.ac.id, tumbuhan dengan nama latin Scleria laevis Wild ini merupakan herba menyerupai rumput yang tumbuh menahun.
Memiliki ciri rhizoma pendek dengan batang yang pangkalnya saling berdekatan satu sama lain. Batang tegak berbentuk segitiga dengan panjang antara 30−90 cm.
Letak daun merata di sepanjang batang dengan lebar berkisar 3 hingga 8 mm. Bunga tersusun dalam malai yang muncul dari ujung batang menyerupai bulir.
Buah berupa nut, bulat, namun di bagian tepi terkadang sedikit membentuk segitiga. Panjang dan lebar buah 2−2.5 mm dengan permukaan halus, mengilap, dan berwarna putih.
Sebagai obat maag dan batuk, etnis Dayak Meratus dan beberapa etnis Dayak di Kalimantan Timur menggunakan umbut atau bagian dalam batang muda dari tumbuhan ini.
Cara mengonsumsi etnis asli Bumi Etam ini pun sangat praktis. Mereka umumnya cukup dengan mengunyah dan memakan daun hiring.
Tidak hanya obat maag dan batuk, hiring juga digunakan etnis Dayak Paser di Kalimantan Timur untuk mengobati sakit pada saat haid.
Dengan meminum air rendaman akar hiring, menurut mereka, rasa nyeri saat haid berangsur-angsur mereda.
Di samping itu, selain etnis Dayak di Kalimantan, ternyata ada wilayah lain yang juga populer memanfaatkan hiring sebagai obat tradisional. Mereka adalah etnis Batak di Sumatra.
Menurut penelitian Universitas Kristen Indonesia, tumbuhan hiring oleh sub-etnis Batak Phakpak di Desa Surung Mersada, Kabupaten Phakpak Bharatuntuk, digunakan untuk mengobati batu ginjal dan malaria.
Penelitian lain yang dilakukan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menyebut, hiring di Desa Sotok, Kalbar, kerap disebut dengan cihit.
Tumbuhan ini oleh warga Desa Sotok dimanfaatkan sebagai obat luar, seperti memar dan luka pada kulit.
Bagian hiring yang digunakan untuk mengobati luka adalah daun. Warga Sotok umumnya menumbuk daun hiring kemudian dioleskan ke bagian kulit yang terluka.
Meski banyak dipercaya sebagai tumbuhan berkhasiat obat di beberapa daerah dan etnis, namun belum banyak informasi dan penelitian yang bisa didapat mengenai tumbuhan hiring.
Demikian ulasan mengenai herbal Kalimantan berkhasiat obat hiring yang dipercaya etnis Dayak di IKN sebagai obat maag dan batuk. Semoga bermanfaat. (*)
Editor : Almasrifah