KALTIMPOST.ID, Buah tropis satu ini punya banyak nama unik. Di Indonesia dikenal sebagai buah nona, sementara di luar negeri disebut sugar apple atau custard apple. Meski kalah populer dibanding mangga atau rambutan, buah nona menyimpan segudang manfaat kesehatan.
Asalnya dari kawasan tropis Amerika Tengah dan Hindia Barat, lalu menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Nama ilmiahnya Annona squamosa, masuk keluarga Annonaceae. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), buah ini sudah lama dibudidayakan di daerah beriklim hangat karena rasanya manis dan tahan pada tanah kering.
Ciri khasnya, buah nona berbentuk bulat dengan kulit bersisik menyerupai reptil. Sekilas memang mirip dengan buah srikaya. Saat matang, warnanya hijau atau kecokelatan, mudah dipisahkan.
Dagingnya berwarna putih lembut dengan rasa manis legit, sering digambarkan seperti perpaduan pisang dan nanas. Cara menikmatinya sederhana: cukup dibelah, lalu daging buah bisa langsung dimakan dengan s
endok. Hanya saja, bijinya yang berwarna hitam tidak boleh dimakan karena mengandung senyawa beracun.
Buah nona tak hanya enak, tapi juga kaya nutrisi. Berdasarkan Journal of Food Science and Technology, kandungannya meliputi vitamin C, vitamin B6, magnesium, kalium, dan serat.
Manfaatnya antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan jantung, melindungi kulit dari penuaan dini, hingga menjadi sumber energi alami.
Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Bagi penderita diabetes, kadar gula dalam buah ini cukup tinggi sehingga sebaiknya tidak berlebihan.
Meski tidak setenar buah tropis lain, buah nona tetap istimewa. Kehadirannya menjadi bukti bahwa alam tropis Indonesia menyimpan beragam pilihan pangan sehat yang layak dicoba. Jadi, jika suatu hari melihat buah nona di pasar tradisional, jangan ragu untuk membelinya. Rasanya manis, unik, dan penuh manfaat.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko