KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Cacing sering kali dianggap sebagai hewan tanah yang tidak berbahaya. Namun, di balik tubuhnya yang lunak, terdapat jenis-jenis parasit yang mampu menyusup ke dalam tubuh manusia maupun hewan dan menetap di sana selama bertahun-tahun.
Melansir dari Encyclopaedia Britannica, berikut adalah tujuh jenis cacing parasit yang dikategorikan paling berbahaya di dunia karena dampak kerusakannya pada tubuh inangnya.
Cacing Guinea (Dracunculus medinensis)
Cacing ini umumnya menular melalui air minum yang terkontaminasi kutu air (Cyclops). Yang mengerikan, cacing Guinea akan menimbulkan rasa sakit yang hebat saat mereka berusaha "menjebol" keluar dari jaringan kulit manusia untuk melepaskan telur-telurnya.
Baca Juga: Panduan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Cacing Pita (Cestoda)
Dari ribuan spesies yang ada, cacing pita yang berasal dari babi, sapi, dan ikan adalah yang paling sering menyerang manusia. Larva cacing ini sangat berbahaya karena mampu bermigrasi dari saluran pencernaan menuju otot, kulit, mata, bahkan hingga ke otak.
Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Parasit ini bekerja secara sembunyi-sembunyi. Saat inangnya tertidur, cacing betina akan keluar dari usus besar menuju area anus untuk bertelur. Proses inilah yang memicu rasa gatal luar biasa yang sering dirasakan penderitanya.
Cacing Jantung (Dirofilaria immitis)
Baca Juga: Daftar 21 Penyakit yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026, Sering Dikira Gratis
Meski lebih sering menyerang anjing dan kucing melalui gigitan nyamuk, cacing jantung juga bisa menginfeksi manusia. Pada hewan, cacing yang bisa tumbuh hingga 30 centimeter ini memicu penyumbatan jantung dan pembuluh darah. Pada manusia, kasus parasit ini pernah ditemukan menyerang paru-paru hingga jaringan otak.
Ascaris lumbricoides
Ini adalah salah satu parasit yang paling banyak menginfeksi penduduk dunia, terutama di wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai. Penularannya terjadi secara tidak sengaja melalui konsumsi makanan yang terpapar tanah yang terkontaminasi feses manusia.
Cacing Cambuk (Trichuris trichiura)
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 1 Januari 2026: Pemerintah Tunggu Ekonomi Tumbuh di Atas 6 Persen
Diperkirakan hampir satu miliar orang di dunia terinfeksi cacing cambuk. Meski ukurannya kecil (sekitar 4 centimeter), cacing ini sangat produktif karena mampu menghasilkan ribuan telur setiap harinya di dalam usus besar manusia.
Toxocara
Parasit ini umumnya dibawa oleh hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Manusia dapat tertular jika tidak sengaja menelan telur cacing yang ada di tanah atau melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi. Infeksi Toxocara dapat memicu peradangan pada berbagai organ tubuh manusia.(*)
Editor : Thomas Priyandoko