Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Februari Baru Dimulai, Tanda-Tanda Ramadhan 2026 Sudah Mulai Terasa

Dwi Puspitarini • Kamis, 5 Februari 2026 | 07:37 WIB
Ilustrasi. Ramadhan 2026.
Ilustrasi. Ramadhan 2026.

KALTIMPOST.ID, Awal Februari 2026 menjadi momen yang mulai terasa berbeda bagi sebagian masyarakat Muslim di Indonesia.

Bukan karena perubahan cuaca atau agenda nasional tertentu, melainkan karena satu hal yang selalu dinanti setiap tahun: datangnya bulan Ramadhan.

Meski penetapan resmi awal puasa masih menunggu keputusan sidang isbat, banyak orang mulai melirik kalender Hijriah sebagai gambaran awal.

Baca Juga: Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 2026: Ini Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Dari sinilah akan muncul kebiasaan baru, yaitu menghitung sisa hari menuju Ramadhan sebagai pengingat bahwa waktu persiapan semakin sempit.

Menariknya, hitungan hari ini bukan semata soal tanggal. Bagi sebagian orang, ini menjadi alarm halus untuk mulai menata ulang ritme hidup sebelum memasuki bulan suci.

Awal Puasa Belum Ditetapkan, Tapi Antusiasme Sudah Terlihat

Perkiraan awal Ramadhan 1447 Hijriah memang sudah banyak beredar. Berdasarkan kalender Hijriah modern dan perhitungan astronomi, awal puasa diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Namun, masyarakat Indonesia sudah terbiasa menyikapi perbedaan tanggal awal Ramadhan dengan tenang.

Sebagian memilih menunggu keputusan resmi, sementara yang lain menggunakan perkiraan tersebut sebagai patokan awal persiapan pribadi.

Di titik inilah, hitung mundur Ramadhan menjadi relevan bukan untuk memastikan tanggal, melainkan untuk membangun kesiapan sejak dini.

Hitungan Mundur Sejak 5 Februari, Untuk Memasuki Ramadhan

Jika dihitung mulai 5 Februari 2026, jarak menuju Ramadhan memang semakin terasa dekat. Hitungan hari ini sering dimaknai sebagai pengingat sederhana bahwa waktu berjalan cepat, dan Ramadhan tak lagi terasa jauh.

Baca Juga: Harga Emas ANTAM Hari Ini Kamis, 5 Februari 2026: Menguat Tajam Rp 129 Ribu, Apakah Aman Jual di Luar Gerai?

Untuk perkiraan awal puasa 18 Februari 2026, waktu yang tersisa adalah 13 hari. Sementara jika Ramadhan dimulai 19 Februari 2026, maka hitung mundurnya menjadi 14 hari.

Bagi banyak orang, hitung mundur ini digunakan untuk menyesuaikan pola makan, jam tidur, hingga aktivitas harian.

Ada juga yang mulai membiasakan diri dengan puasa sunnah atau sekadar mengurangi kebiasaan begadang.

Tanpa disadari, hitungan hari ini menjadi momen transisi dari rutinitas biasa menuju suasana Ramadhan yang lebih tertata.

Persiapan Ramadhan Kini Dimulai Lebih Awal

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagian masyarakat kini memilih bersiap lebih awal.

Bukan karena tuntutan tertentu, melainkan kesadaran bahwa persiapan mental dan fisik membutuhkan waktu.

Mulai dari mengatur jadwal kerja, menyesuaikan pola konsumsi, hingga menata kembali niat ibadah, semua dilakukan perlahan.

Ramadhan tidak lagi datang secara mendadak, melainkan disambut dengan kesiapan yang lebih matang.

Hitung mundur sejak awal Februari pun menjadi penanda halus bahwa bulan suci sudah berada di depan mata.

Baca Juga: Cek dari Sekarang! Ini Daftar Libur Nasional Februari, Maret, dan April yang Perlu Dicatat

Tetap Menunggu Sidang Isbat, Hitung Mundur Sekadar Referensi

Meski berbagai perkiraan telah beredar, penetapan awal Ramadhan di Indonesia tetap menunggu sidang isbat yang digelar pemerintah.

Karena itu, hitung mundur ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan kepastian.

Bagi masyarakat, informasi ini lebih berfungsi sebagai referensi ringan, cukup untuk mengingatkan, tanpa perlu memastikan secara mutlak.***

Editor : Dwi Puspitarini
#ramadhan 2026 #awal puasa Ramadhan #Ramadhan 1447 Hijriah #hitung hari puasa #Sidang isbat Ramadhan #persiapan puasa #ramadhan