Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polemik Beasiswa LPDP Memanas, Tasya Kamila Buka Bukti Kontribusi Usai Studi di Columbia

Dwi Puspitarini • Selasa, 24 Februari 2026 | 18:35 WIB

 

Tasya Kamila saat wisuda di Columbia University, AS, usai menyelesaikan studi penerima beasiswa LPDP dan menuntaskan masa bakti hingga 2023.
Tasya Kamila saat wisuda di Columbia University, AS, usai menyelesaikan studi penerima beasiswa LPDP dan menuntaskan masa bakti hingga 2023.

KALTIMPOST.ID – Polemik beasiswa LPDP kembali memanas dan menjadi perbincangan nasional.

Di tengah sorotan publik terhadap komitmen penerima beasiswa LPDP, Tasya Kamila memilih menyampaikan laporan terbuka terkait kontribusinya setelah menyelesaikan studi S2 di Columbia University, Amerika Serikat.

Isu beasiswa LPDP mencuat setelah unggahan Dwi Sasetyaningtyas viral di media sosial.

Ia mengunggah paspor Inggris untuk anak-anaknya dan menyebut cukup orang tuanya yang berstatus WNI. Unggahan tersebut memicu polemik beasiswa LPDP dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Kasus ini bahkan membuat Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta pengembalian dana beasiswa LPDP beserta bunga hingga miliaran rupiah.

 Baca Juga: Transisi Data PBI JKN Dimulai, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tak Boleh Terhenti

Tasya Kamila: Dana Beasiswa LPDP Berasal dari Rakyat

Di tengah polemik beasiswa LPDP, Tasya Kamila mengunggah laporan pencapaian akademik dan pengabdiannya melalui akun Instagram terverifikasi, Selasa (24/2/2026).

Sebagai awardee beasiswa LPDP, ia mengaku sering mendapat pertanyaan tentang kontribusi setelah lulus. Tasya menilai pertanyaan tersebut wajar karena dana beasiswa LPDP berasal dari uang rakyat.

“Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia, menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulis Tasya di Instagram, Selasa (24/2/2026).

Tasya diketahui menerima beasiswa LPDP untuk studi S2 pada 2016–2018 dan menjalani masa bakti hingga 2023.

 Baca Juga: Kematian Gembong Narkoba El Mencho, Jejak Sang Kekasih Akhiri Pelarian Pemimpin Kartel CJNG

Lulus IPK 3,75 dan Aktif di Forum PBB

Dalam laporannya, Tasya menyebut berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan IPK 3,75. Selama menjadi penerima beasiswa LPDP, ia juga aktif di forum internasional.

“Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: sustainable development solutions network – youth mewakili Pemuda Indonesia. Kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta,” jelasnya.

Tak hanya aktif di forum global, Tasya juga mengaku memanfaatkan jejaring kampus untuk mendukung proyek di Indonesia.

“Saat masa studi pun sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan memanfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT. Menjadi bendahara organisasi mahasiswa Asia Tenggara di kampus,” urai Tasya.

Baca Juga: Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Bebas Masif ke Indonesia Tanpa Label Halal

Masa Bakti Beasiswa LPDP Telah Tuntas

Tasya menegaskan masa bakti beasiswa LPDP yang dijalaninya dari 2018 hingga 2023 telah selesai.

Laporan ini ia sampaikan sebagai bentuk transparansi kepada publik di tengah polemik beasiswa LPDP yang masih bergulir. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Columbia #Dwi Sasetyaningtyas #Polemik Beasiswa LPDP #tasya kamila #penerima beasiswa lpdp #Awardee Beasiswa LPDP #beasiswa lpdp