Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sokong Proses Hukum, DP3A Berikan Pendampingan Psikologis untuk Ibu Tiri NS

Ari Arief • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:11 WIB

PENDAMPINGAN: TR, ibu tiri NS (kanan) kini mendapatkan pendampingan dari DP3A Sukabumi.
PENDAMPINGAN: TR, ibu tiri NS (kanan) kini mendapatkan pendampingan dari DP3A Sukabumi.

KALTIMPOST.ID, SUKABUMI-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi resmi menerjunkan tim untuk memberikan layanan pendampingan psikologis kepada TR (47).

TR merupakan ibu tiri dari NS (13), bocah asal Jampang Kulon yang meninggal dunia dengan luka-luka mencurigakan di sekujur tubuhnya.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil atas instruksi langsung dari pihak kepolisian guna mendukung proses penyidikan.

"Layanan pendampingan psikologis ini merupakan tindak lanjut atas permintaan penyidik Polres Sukabumi," ujar Agus dalam keterangan resminya dikutip Rabu (25/2).

Tunggu Hasil Forensik

Terkait penyebab pasti kematian NS, Agus menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan simpulan dini.

Saat ini, DP3A masih memantau perkembangan penyelidikan yang tengah dijalankan oleh aparat penegak hukum dan tim forensik.

Baca Juga: Kasus Kematian Bocah di Surade, Polres Sukabumi Temukan Unsur Pidana, Ibu Tiri Diperiksa Intensif

"Kami menyampaikan duka mendalam atas kepergian NS. Saat ini, kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu hasil penelusuran objektif dari pihak berwenang terkait penyebab kematian korban," tuturnya.

Selain kepada terduga pelaku (TR), DP3A juga membuka pintu layanan konseling bagi anggota keluarga lain yang terdampak secara psikososial akibat tragedi ini.

Agus berharap peristiwa memilukan ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan aman bagi anak.

Fakta Luka Bakar

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan kondisi jenazah NS yang penuh luka.

Berdasarkan hasil autopsi sementara pada Jumat (20/2) lalu, ditemukan bekas luka bakar di berbagai titik, mulai dari lengan, paha, hingga area wajah seperti bibir dan hidung.

Baca Juga: Bantah Dugaan Penganiayaan, Ibu Tiri Santri di Sukabumi Sebut Luka Melepuh Akibat Penyakit

Meski demikian, tim dokter forensik masih mendalami apakah luka-luka tersebut merupakan akibat dari tindak penganiayaan atau faktor lain.

"Setiap anak berhak atas perlindungan dan pengasuhan yang layak. Kejadian ini harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat pengawasan dalam keluarga," kata Agus.(*)

Editor : Almasrifah
#DP3A #konseling #psikologis #forensik #sukabumi