KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Suasana haru menyelimuti hari ketiga Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan di GOR Segiri, Ahad (8/2). Momen of silence dibuka sebagai penghormatan kepada Nadya Paramitha, dancer SMAN 2 Tenggarong yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada 5 Februari, sehari sebelum kompetisi dimulai.
Almarhumah, siswi kelas X berusia 16 tahun, dikenal ceria dan selalu aktif mendukung tim sekolahnya. Meski duka menyelimuti, semangat dukungan tetap terasa dari kelompok suporter Ultras Smanda.
Para suporter hadir bersama pelajar, orang tua, dan keluarga besar almarhumah. Mereka berdiri dalam satu barisan, menyuarakan dukungan untuk SMAN 2 Tenggarong, meski tim harus menerima kekalahan di lapangan.
Momen paling haru terjadi usai pertandingan. Seluruh suporter bersama keluarga almarhumah menyanyikan lagu perpisahan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Ayah dan ibu Nadya terlihat memeluk satu per satu teman-teman putrinya, saling menguatkan dalam duka yang dirasakan bersama.
Kapten tim supporter Ultras Smanda, Andre Njuq, mengungkapkan bahwa persiapan dukungan untuk ajang DBL musim ini sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, mereka mulai mempersiapkan diri tak lama setelah DBL sebelumnya berakhir.
“Kami persiapan sebelum masuk semester dua. Kurang lebih sudah enam bulan. Apalagi ini event DBL terakhir buat saya yang kelas 12, jadi persiapannya memang lama,” ujarnya.
Sekitar 80 suporter dari kelas 10 hingga 12 hadir langsung ke arena menggunakan tiga bus. Mereka menyiapkan lebih dari 10 yel-yel untuk memberi dukungan sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Menjembatani Teori, Praktik dan Masyarakat dalam Perencanaan Tata Ruang
“Yel-yel dari kami ada lebih dari 10,” jelas Andre.
Ke depan, Andre berharap tim basket SMAN 2 Tenggarong bisa tampil lebih kuat di DBL berikutnya. Ia juga ingin kreativitas suporter terus berkembang.
“Harapan saya ke depan, tim basketnya makin kuat lagi, suporternya juga lebih kreatif, lebih pecah, dan belajar dari kesalahan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi