KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Kabupaten Paser segera memiliki institusi pendidikan tinggi baru berskala universitas. Langkah ini dipastikan setelah skema penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot ke dalam jaringan Universitas Sapta Group.
Pemilik Sapta Group Dr Slametno menyampaikan bahwa kehadiran universitas ini bertujuan untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat lokal. "Kami ingin memastikan generasi muda Paser bisa kuliah bermutu tanpa harus keluar daerah," kata Slametno, Senin (2/3/2026).
Bupati Paser, Fahmi Fadli, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan Universitas Sapta Group sangat relevan dengan visi daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Daya Taka.
"Pemerintah daerah mendukung penuh. Ini adalah tonggak penting untuk memperluas layanan pendidikan di Paser," kata Fahmi. Ketua Yayasan Widya Praja, Suwito optimis kehadiran universitas ini akan memberikan multiplier effect.
Selain meningkatkan rata-rata lama sekolah yang berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kehadiran kampus diprediksi akan menghidupkan sektor ekonomi di sekitar lokasi, seperti usaha kos-kosan dan UMKM.
Proses administrasi dan perizinan penggabungan ini diperkirakan akan memakan waktu antara 6 hingga 18 bulan sesuai dengan regulasi kementerian terkait. "Jika berjalan lancar, Universitas Sapta Group diharapkan dapat segera beroperasi dalam waktu dekat," kata Suwito.
Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak berbagi peran strategis untuk mempercepat pendirian kampus. Yayasan Widya Praja bertanggung jawab menyediakan lahan minimal 10.000 meter persegi dan dokumen sewa gedung untuk jangka waktu minimal 10 tahun.
Sementara Sapta Group, menangani seluruh proses perizinan, penyediaan tenaga pendidik (dosen), staf kependidikan, serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang akademik. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo