KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari memaparkan capaian pembangunan makro daerah pada 2025 dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk APBD tahun anggaran 2027, Senin (30/3/2026).
Dalam pidatonya, Ikhwan menekankan pentingnya merumuskan kebijakan yang objektif berdasarkan data capaian tahun sebelumnya untuk memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ikhwan mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Paser tahun 2025 tetap tumbuh positif di angka 3,61 persen, meski mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3,77 persen. Pemerintah berkomitmen memacu pertumbuhan melalui peningkatan konektivitas wilayah dan efisiensi logistik.
Di sisi kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 8,63 persen pada 2024 menjadi 8,13 persen pada 2025. Namun, wabup memberikan catatan khusus mengenai indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan yang justru meningkat.
"Indeks kedalaman kemiskinan naik dari 0,860 menjadi 1,470, sementara keparahan kemiskinan naik dari 0,17 menjadi 0,41. Ini menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang sangat rentan yang memerlukan pembangunan lebih inklusif," kata Ikhwan.
Sektor ketenagakerjaan turut menjadi perhatian serius karena Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik tipis dari 4,53 persen menjadi 4,62 persen. Pemerintah daerah berencana mendorong penguatan UMKM dan sektor produktif untuk menyerap angkatan kerja yang terus tumbuh.
Kabar baik datang dari kualitas sumber daya manusia, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Paser meningkat dari 75,13 poin menjadi 75,85 poin. Ikhwan berharap peningkatan kualitas SDM ini dapat selaras dengan terciptanya lapangan kerja yang memadai.
Terakhir, dari sisi pemerataan, Rasio Gini Paser mengalami sedikit kenaikan dari 0,271 menjadi 0,273. Walaupun masih dalam kategori rendah, angka ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang kita capai harus diiringi dengan pemerataan yang lebih baik agar manfaat pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan semua warga Paser," tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto