KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Suara keluhan kembali terdengar dari warga dan petani Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan. Aroma tak sedap yang terus menyelimuti kawasan serta pengelolaan limbah yang buruk membuat mereka merasa aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan kesehatan mereka pun ikut terancam.
Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Baharudin, menyampaikan bahwa masalah ini bukan hal baru. Keluhan resmi telah diajukan kepada pemerintah kecamatan sejak Februari-Maret 2024.
“Kami sudah meninjau bersama, dan hasilnya menunjukkan limbah dari TPA mengalir ke danau serta irigasi petani karena tidak dikelola dengan baik,” ujar Baharudin, Kamis (12/12).
Sebelum keluhan dilayangkan, sejumlah warga mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air bekas galian tambang. Dampak ini juga dirasakan pada ekosistem sekitar, seperti ikan nila yang mati di danau akibat tercemar limbah.
“Jangankan manusia, ikan saja mati. Kami sudah dengar akan dibangun tanggul, dan kami setuju. Tapi, tanggul itu harus sesuai—tinggi dan lebarnya harus cukup untuk menampung limbah agar tidak meluap,” tegas Baharudin.
Selain itu, aroma tak sedap menjadi masalah yang terus mengganggu. Baharudin menyebut, bau dari TPA ini tidak hanya menyelimuti Kelurahan Makroman tetapi juga menyebar hingga Sindang Sari.
“Kalau kami sudah biasa menghirup bau ini, tapi warga lain pasti merasa terganggu. Penyebabnya, sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga menumpuk dan menghasilkan bau tak sedap,” tambahnya.
Menyikapi keluhan ini, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, telah meninjau lokasi untuk memahami permasalahan di TPA, Sabtu (7/12) lalu. Dari hasil tinjauan, ditemukan kebocoran tanggul yang menyebabkan aliran limbah masuk ke danau.
“Dalam waktu dua minggu, kami akan menyelesaikan masalah ini. Keluhan warga, terutama petani, harus segera ditangani,” ujar Andi Harun di lokasi.
Sebagai solusi, pemerintah berencana membangun tanggul baru untuk menahan aliran limbah. Selain itu, kolam khusus akan dibuat untuk mengatur aliran limbah agar terkonsentrasi di satu area.
“Setelah tanggul selesai, kami juga akan menanam pohon di sekitar area TPA untuk menyerap air dan memperbaiki lingkungan. Harapan kami, masalah ini selesai tepat waktu,” jelasnya.
Editor : Uways Alqadrie