KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Menjelang Iduladha 1446 Hijriah, tim lapangan telah memulai berbagai persiapan guna memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban.
Persiapan ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit hewan menular yang dapat mengancam kesehatan hewan kurban.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri mengataka, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna melakukan kegiatan surveilans atau pemantauan hewan kurban.
"Dalam pemantauan ini, tim kami akan turun langsung ke lapangan, mendatangi para peternak dan pedagang hewan kurban. Kami akan memeriksa kondisi fisik hewan, lingkungan kandang, hingga posisi penempatan kandang," ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Tim lapangan telah dipersiapkan secara optimal, lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung. Termasuk di dalamnya adalah persediaan obat-obatan, vaksin, vitamin, dan cairan disinfektan untuk menunjang kegiatan pengawasan.
Disinggung terkait dengan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pihainy telah melakukan vaksinasi kepada sekitar 4.000 ekor hewan. Vaksin ini diberikan kepada peternak sebagai pihak yang memelihara hewan kurban sejak awal.
Langkah ini juga bertujuan agar jika hewan tidak laku terjual saat Iduladha, peternak tetap dapat memanfaatkannya dengan kondisi kesehatan yang terjaga. Sementara itu, untuk para pedagang musiman yang menjual hewan di pinggir jalan, DKPP hanya akan memberikan vitamin dan disinfektan.
Pemberian akan dilakukan hingga hari tasyrik. Namun, jika ditemukan indikasi adanya Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), maka tindakan isolasi dan pengobatan akan segera dilakukan terhadap hewan yang terduga terinfeksi.
Hingga saat ini, kata dia, berdasarkan hasil pengamatan DKPP, belum ditemukan kasus PMK di wilayah Samarinda. Meski demikian, kewaspadaan tetap dijaga tinggi, mengingat sifat virus PMK yang tidak terlihat dan dapat menyebar secara cepat.
"Sebagai contoh, jika ada pengiriman sapi dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), maka akan langsung dilakukan vaksinasi sebelum distribusi, serta dilakukan pemeriksaan terhadap kapal pengangkut untuk memastikan tidak ada potensi penyebaran penyakit," tukasnya.
Editor : Uways Alqadrie