Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Guru Ditantang Adaptif, Ini Pesan dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian…

Denny Saputra • Rabu, 11 Juni 2025 | 18:42 WIB
DORONG GURU: Hetifah Sjaifudian saat diwawancarai awak media, Rabu (11/6). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
DORONG GURU: Hetifah Sjaifudian saat diwawancarai awak media, Rabu (11/6). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-Konsep pembelajaran masa kini menuntut guru tidak hanya pintar mengajar, tapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.

Itulah yang disebut pembelajaran mendalam, pendekatan holistik yang mengintegrasikan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga dalam satu proses belajar.

Gagasan itu digaungkan dalam Workshop Nasional Pembelajaran Mendalam yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI di Samarinda, Rabu (11/6). Kegiatan itu menyasar para guru di Kaltim sebagai garda depan reformasi pendidikan.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini upaya menyempurnakan konsep-konsep yang sudah dikembangkan sebelumnya, seperti Merdeka Belajar. Bukan mengganti kurikulum, tapi menyempurnakan cara pandang dalam mengajar,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Anggota DPR RI dari Kaltim itu, menekankan pentingnya adaptasi dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.

Menurutnya, para pendidik harus terus mengasah kompetensi melalui reskilling dan pembaruan metode pembelajaran.

“Siapa yang akan melaksanakan konsep pembelajaran kalau bukan guru? Jadi, meskipun sudah senior, guru tetap perlu terus belajar,” ucap politikus Partai Golkar itu.

Data Programme for International Student Assessment (PISA) menjadi pengingat keras. Indonesia berada di peringkat ke-70 dari 80 negara, dengan skor literasi membaca hanya 359 poin.

Hetifah menilai, rendahnya capaian itu adalah alarm agar ekosistem pendidikan lebih serius berbenah, mulai dari metode pengajaran hingga dukungan kebijakan.

“Kita ingin anak-anak Kaltim tidak hanya bisa bersaing dengan lulusan dari daerah lain, tapi juga dengan lulusan dari negara lain. Apalagi SMK kita banyak. Lulusan harus siap kerja, siap wirausaha, dan siap kuliah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, telah menyiapkan berbagai skema beasiswa. Namun, semua akan sia-sia jika metode pengajaran tidak ikut berkembang.

“Tidak ada alasan kita di Kaltim tidak maju dari sisi pendidikan. Justru kita harus jadi contoh bagi daerah lain,” tutupnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#Kota Samarinda #Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian #Guru 2025 #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD #partai golkar #hetifah sjaifudian