KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha masyarakat terus mengalir. Salah satunya melalui program nasional Koperasi Merah Putih (KMP) yang kini mulai bergerak di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara. KMP Lempake tengah merencanakan pembangunan peternakan domba, namun membutuhkan dukungan lahan dari Pemerintah Kota Samarinda.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda Yusdiansyah menjelaskan bahwa Pemkot sudah menindaklanjuti arahan Wali Kota Andi Harun usai audiensi bersama KMP Lempake pada Selasa (5/11). “Lahan yang tersedia totalnya 3,7 hektare. Dari luas itu, Pak Wali sudah merekomendasikan 1 hektare untuk dipinjam pakaikan kepada koperasi,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu (6/11).
Menurut Yusdiansyah, lahan yang akan digunakan berlokasi di Kelurahan Lempake, tidak jauh dari kantor kelurahan, dan sudah berstatus aset Pemkot dengan penguasaan legal di bawah Sekretaris Daerah. “Lahan ini sudah bersih dari masalah. Jadi bisa langsung digunakan untuk tahap awal pengembangan peternakan domba,” terangnya.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari program nasional Satu Kelurahan Satu Koperasi Merah Putih, di mana setiap daerah diminta menyiapkan lahan sekitar seribu meter persegi. “Namun di Samarinda, kami siapkan lebih luas, yakni satu hektare. Artinya sepuluh kali lipat dari standar pusat,” tegasnya.
Meski begitu, Pemkot tetap berhati-hati dalam memastikan sinkronisasi antara program KMP di tingkat pusat, provinsi, dan daerah. Pemkot, kata dia, hanya berperan dalam penyediaan lahan, sementara pembangunan fisik dan pembiayaan akan ditanggung oleh pemerintah pusat maupun provinsi. “Pak Wali sudah mendukung penuh. Kami diminta memastikan kesiapan lahan agar bantuan bisa segera dikucurkan,” ucapnya.
Yusdiansyah juga mengingatkan bahwa aspek perizinan akan menjadi tanggung jawab KMP. Karena secara organisasi, mereka sudah memenuhi syarat. Tapi nanti saat mulai membangun, tentu harus mengurus izin. “Misalnya izin usaha, bangunan, dan operasional,” tegasnya.
Dengan dukungan tersebut, Pemkot berharap KMP Lempake dapat menjadi percontohan penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi di Samarinda Utara. Terlebih jika program ini berhasil, bisa direplikasi di kelurahan lain. “Karena tujuan akhirnya adalah membangkitkan ekonomi masyarakat lewat kelembagaan koperasi yang mandiri,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani