KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak 318 kejadian bencana sepanjang Januari hingga Desember 2025. Data tersebut didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Samarinda berpotensi mengalami hujan lebat pada dasarian ketiga Desember, yakni periode 21-30 Desember 2025, dengan intensitas curah hujan mencapai 75 hingga 100 milimeter per hari.
“Potensi hidrometeorologi basah ini harus diantisipasi bersama. Karena itu, BPBD bersama relawan dan unsur pentahelix telah menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan,” ujar Suwarso, Kamis (18/12).
Ia menyebutkan, BPBD telah menggelar apel kesiapsiagaan, menyiapkan peralatan kebencanaan, serta mendirikan Posko Siaga Bencana. Selain itu, sejumlah Kelurahan Tangguh Bencana juga telah dibekali peralatan untuk penanganan dini jika terjadi banjir maupun longsor di wilayah masing-masing.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda, sepanjang 2025 terjadi 151 kejadian longsor. Pada Mei lalu, bencana longsor menyebabkan korban jiwa, empat orang di kawasan Belimau dan satu orang di Jalan Gerilya.
“Kita berduka karena ada korban meninggal dunia akibat longsor. Mudah-mudahan ke depan tidak terulang lagi,” katanya.
Selain longsor, BPBD juga mencatat 138 kejadian cuaca ekstrem, yang meliputi hujan deras dan angin kencang. Sementara kebakaran hutan dan lahan tercatat enam kejadian sepanjang tahun ini.
Untuk banjir, tercatat 23 kejadian berdasarkan tanggal kejadian, dengan 32 titik genangan yang dikenal sebagai lokasi langganan. Dari keseluruhan bencana tersebut, sebanyak 11.460 kepala keluarga terdampak, dengan total 31.763 jiwa terdampak.
“Korban luka tercatat lima orang, sedangkan korban meninggal dunia sebanyak delapan orang. Data ini termasuk kejadian anak tenggelam di kawasan Bukit Pinang,” ungkap Suwarso.
Ia menegaskan, data tersebut merupakan akumulasi kejadian bencana sepanjang tahun 2025, mulai Januari hingga Desember.
Menghadapi akhir tahun dan memasuki 2026, BPBD memastikan seluruh jajaran tetap dalam kondisi siaga. Persiapan dilakukan seiring dengan agenda Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta menindaklanjuti edaran dari Kementerian Dalam Negeri.
“Kami sudah beberapa kali melaksanakan apel kesiapsiagaan bersama unsur terkait, mulai dari trantibmas, lalu lintas, hingga kebencanaan. Semuanya sudah dipersiapkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki