SAMARINDA- Pasca insiden tenggelamnya KM Dahliya F3 di perairan Sungai Mahakam, Kamis (12/2/2026), Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim menerbitkan surat imbauan resmi untuk memperketat aspek keselamatan pelayaran. Langkah ini diambil menyusul dugaan kapal tidak mampu menahan beban muatan saat berlayar dari Samarinda menuju Long Bagun.
Surat bernomor 500.11.30.2/0396/DISHUB/PELAYARAN-ASDP/2026 itu ditujukan kepada Dishub Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, serta seluruh operator angkutan sungai di sepanjang alur Mahakam.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dari berbagai unsur, termasuk KSOP dan Polairud. Rangkuman laporan tersebut sudah diteruskan kepada Kepala Dinas untuk langkah lanjutan.
“Penanganan di lapangan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten setempat karena lokasi kejadian berada di Kutai Kartanegara. Kami di provinsi fokus pada koordinasi, pemantauan, serta penguatan imbauan keselamatan,” ujarnya, Jumat (13/2).
Terkait data penumpang, ia menyebut manifest awal dari Samarinda mencatat 36 orang. Namun kapal diketahui singgah di sejumlah dermaga sebelum menuju tujuan akhir, sehingga terdapat kemungkinan adanya penambahan penumpang yang belum tercatat ulang dalam manifest.
Secara administratif, kapal disebut masih memenuhi persyaratan dan dokumen keselamatan berlaku. Meski begitu, dari sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat indikasi muatan mendekati batas aman. “Itu masih dugaan awal. Kita menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dishub Kaltim meminta seluruh daerah di sepanjang Sungai Mahakam meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan batas muatan kapal. Ke depan, juga direncanakan pemasangan papan informasi visual di dermaga yang menggambarkan perbandingan kondisi muatan normal dan berlebih. “Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan muatan yang berisiko,” tegasnya.
Sebagai informasi, kapal penumpang KM Taksi Dahliya F3 rute Samarinda–Long Bagun tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Kamis (12/2) sekitar pukul 16.30 Wita. Peristiwa terjadi di kawasan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kapal sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Samarinda pukul 07.00 Wita dengan membawa sembako serta puluhan penumpang.
Dugaan sementara, kecelakaan air terjadi akibat kapal mengalami kelebihan muatan dan dihantam arus deras di titik ulak besar sehingga oleng lalu tenggelam. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat dan saat ini berada di rumah kediaman Camat Muara Kaman untuk proses pendataan.
Data awal mencatat 42 orang dalam manifes, namun di lapangan ditemukan total 52 orang berada di kapal, terdiri dari 42 penumpang dan 10 ABK. Nahkoda kapal kini diamankan di Polsek Muara Kaman guna dimintai keterangan lebih lanjut. (*)
Editor : Ismet Rifani