Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ramp Check Kapal Jelang Mudik Lebaran, Dishub Temukan Puluhan Life Jacket Tak Layak

Denny Saputra • Kamis, 12 Maret 2026 | 12:30 WIB

 

HMT Manalu (kiri) berdiskusi dengan Kabid Pelayaran Dishub Kaltim di sela kegiatan ramp check di dermaga Sungai Kunjang, Kamis (12/3)   
HMT Manalu (kiri) berdiskusi dengan Kabid Pelayaran Dishub Kaltim di sela kegiatan ramp check di dermaga Sungai Kunjang, Kamis (12/3)  
 

SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menggelar ramp check terhadap kapal angkutan barang dan penumpang di Dermaga Sungai Kunjang, Kamis (12/3). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran.

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan puluhan life jacket yang tidak memenuhi standar keselamatan sehingga harus diturunkan dari kapal. Meski demikian, dua kapal yang melayani rute Samarinda-Melak (Kutai Barat) dan Samarinda-Long Bagun (Mahakam Ulu) tetap diizinkan berlayar.

Pasalnya, jumlah jaket keselamatan yang masih layak dinilai cukup dibandingkan jumlah penumpang yang diangkut, sementara dokumen administrasi kapal juga dinyatakan lengkap.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi sebelum kapal diberangkatkan. Pemeriksaan meliputi perlengkapan keselamatan, kondisi konstruksi kapal, hingga pola pemuatan barang di atas kapal.

“Kami mengecek fasilitas keselamatan seperti life jacket, ring buoy, dan alat pemadam api ringan. Kami juga memastikan garis muat kapal serta memastikan tidak ada barang yang dimuat di atas kapal karena itu bisa memengaruhi stabilitas kapal,” jelasnya.

Menurut Manalu, larangan pemuatan barang di bagian atas kapal sebenarnya telah disosialisasikan sejak 2023. Aturan itu semakin diperketat menghindari adanya insiden kapal tenggelam sehingga pengawasan kini dilakukan bersama KSOP. “Kami sepakat melarang semua pemuatan di atas kapal karena bisa mengganggu titik stabilitas kapal,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan beberapa life jacket dalam kondisi tidak layak pakai. Ada yang lampu penandanya tidak berfungsi, pengikatnya hilang, hingga kondisi jaket yang kotor dan tidak terawat.

“Bahkan ada life jacket yang di dalam bungkus plastik tetapi di dalamnya terdapat kotoran seperti telur cicak. Itu menunjukkan tidak adanya perawatan,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa standarnya jumlah life jacket minimal 125 persen dari kapasitas penumpang sesuai sertifikat keselamatan kapal. Sebagai informasi jumlah life jacket yang diturunkan yakni untuk kapal jurusan Melak, yakni KM Karya Utama 77 sebanyak 13 buah, sedangkan kapal jurusan Long Bagun, KM Noorbudi Ekspress 5 sebanyak 16 buah.

“Karena itu kami minta nakhoda rutin melakukan pengecekan dan pemeliharaan perlengkapan keselamatan, Kami berharap keselamatan penumpang jadi prioritas nahkoda dan awak kapal,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Hotmarulitua Manalu #ramp check #angkutan kapal #dishub samarinda