KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Musibah kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Segiri, Kamis (25/3) dini hari, sekitar pukul 04.20 Wita. Api yang melahap puluhan bangunan itu meninggalkan kerugian besar bagi para pedagang. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat memastikan pemulihan segera dilakukan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Dia menegaskan, langkah percepatan penanganan menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi di pasar tradisional terbesar di kota ini bisa segera pulih. "Kami turun melihat langsung kondisi pascakebakaran. Sebelumnya, Dinas Perdagangan bersama dinas teknis sudah lebih dulu berada di lokasi," ujarnya, Kamis (26/3).
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran berdampak pada 20 unit ruko di bagian belakang pasar, serta sekitar 140 los sayur. Area terdampak berada dalam satu klaster berukuran kurang lebih 15 x 80 meter, dengan 56 pedagang yang teridentifikasi terdampak langsung.
Tak hanya bangunan, kerugian pedagang juga terbilang besar. Dari hasil wawancara di lapangan, beberapa pedagang mengaku mengalami kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. "Ada yang sampai Rp 200 juta bahkan Rp 300 juta," ungkapnya.
Pemkot memastikan proses pemulihan tidak akan berlarut. Dalam waktu dekat, pembersihan lokasi akan segera dilakukan sebagai tahap awal. "Mudah-mudahan dalam satu sampai tiga hari ke depan area sudah bersih," sebutnya.
Setelah itu, Asisten II Setda Kota Samarinda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Perdagangan akan langsung menyusun desain teknis pembangunan ulang. Andi Harun menargetkan, proses pembangunan bisa mulai bergerak pekan depan.
Namun, bangunan yang akan didirikan bukan bersifat permanen.
Hal itu mempertimbangkan rencana peremajaan besar Pasar Segiri yang dijadwalkan pada tahun depan. "Kalau permanen nanti akan dibongkar lagi. Jadi kita kembalikan minimal seperti semula, yang penting pedagang bisa cepat berjualan kembali," tegasnya.
Dia juga menekankan pentingnya percepatan pengerjaan, termasuk kemungkinan melibatkan lebih banyak tenaga kerja agar proses pembangunan tidak memakan waktu lama.
Di sisi lain, Andi Harun mengakui Pasar Segiri memang memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi. Kondisi tata ruang yang semrawut, instalasi listrik yang tidak tertata, serta aktivitas pedagang yang kerap mencampur fungsi jualan, memasak, hingga tempat tinggal menjadi faktor pemicu.
"Secara tata ruang, fungsi di pasar ini sudah banyak yang bertabrakan. Ditambah lagi kedisiplinan pedagang yang beragam, ini yang membuat potensi kebakaran selalu ada," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kuat Pemkot mendorong peremajaan total Pasar Segiri. Mengingat usia pasar yang sudah puluhan tahun, pembenahan menyeluruh dinilai mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Harapan kita, rencana peremajaan ini mendapat dukungan penuh dari pedagang. Mudah-mudahan tahun depan kita punya ruang fiskal yang cukup untuk memulainya," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A