Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rancangan Awal RPJPD 2025-2045 Disahkan Paling Lambat Agustus

Ismet Rifani • Senin, 26 Februari 2024 | 20:16 WIB

 

Photo
Photo

KESEPAKATAN BERSAMA: Laisa Hamisah (kiri) didampingi Budiono (kanan) memperlihatkan nota kesepakatan yang dipegang Muhaimin.

 

 

Jalan-jalan ke Kilo 5

Pulangnya Mampir Membeli Umpan

Rencana RPJPD Balikpapan 2025-2045

Sebagai Pedoman Membangun Balikpapan

 

BALIKPAPAN- Satu bait pantun yang dibacakan Wakil Ketua DPRD Laisa Hamisah pada pengujung rapat paripurna DPRD ke-3 masa sidang I tahun 2024, Senin (26/2) akan menjadi langkah awal menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Surat Walikota Balikpapan No : 050/0354_/Bappeda/Litbang tanggal 7 Februari 2024 perihal Penyampaian Rancangan Awal RPJPD Kota Balikpapan 2025-2045.

Rapat paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Wali Kota dan DPRD Balikpapan Atas Rancangan Awal RPJPD Kota Balikpapan Tahun 2025-2045 itu digelar Ruang Rapat Paripurna. Dihadiri Wakil Ketua DPRD Budiono beserta unsur anggota DPRD. Disaksikan Sekretaris Daerah, Muhaimin beserta perangkat daerah.

“Rapat paripurna ini adalah pijakan awal dari penyusunan dokumen perencanaan Pembangunan daerah Jangka Panjang  untuk periode 20 tahun kedepan. Yang mana penandatanganan ini sebelumnya telah dilakukan pembahasan antara DPRD dan Pemkot Balikpapan,” ucap Laisa Hamisah dalam sambutannya.

 

Menurutnya, RPJPD ini merupakan penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang yang disusun secara selaras dan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi (RPJPD Provinsi) tahun 2025-2045 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota.

 Dikatakan Laisa, pada 12 Februari 2024 lalu melalui Surat Walikota Balikpapan No : 050/0354/Bappeda/Litbang, Pemkot telah menyampaikan Rancangan Awal RPJPD Kota Balikpapan Tahun 2025-2045 kepada DPRD Balikpapan untuk mendapatkan kesepakatan bersama.  “Kesepakatan awal bersama DPRD ini mencakup kesepakatan terhadap visi, misi, arah kebijakan dan sasaran pokok pembangunan yang mana arah kebijakan dan sasaran pokok Pembangunan periode pertama  yang disepakati dengan DPRD menjadi dasar dalam perumusan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD) tahun  2025-2029,” katanya.

Hal ini juga lanjut Laisa, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2025-2045, bahwa hasil pembahasan bersama rancangan awal RPJPD dirumuskan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani oleh kepala daerah dan DPRD.

“Saya berharap rancangan awal RPJPD Kota Balikpapan ini dapat disempurnakan berdasarkan hasil pembahasan, hingga RPJPD tersebut ditetapkan sesuai dengan batas waktu sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya

Sementara Sekda Balikpapan Muhaimin menyatakan penandatanganan nota kesepakatan Rancangan Awal RPJPD Kota Balikpapan Tahun 2025-2045 ini dilakukan karena RPJPD yang lama akan berakhir. “Tadi pagi pukul 10 sebelum paripurna  saya sudah ekpose ke Ketua DPRD bersama seluruh fraksi dan komisi mengenai Rancangan RPJPD  tahun 2025-2045 dimana yang lama akan berakhir,” katanya.

Karena mau berakhir, kata Muhaimin, makanya RPJPD baru harus sudah disahkan paling lambat Agustus 2024. Karena akan digunakan tahun 2025. “Nah nanti baru dari RPJPD itu dijabarkan lagi jadi RPJMD kalau kepala daerahnya sudah terpilih,” katanya.

 “Dan akan menjadi acuan jangka 5 tahunan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tahun 2024-2029,” lanjutnya.

 Muhaimin menambahkan, rancangan pembangunan tetap memprioritaskan yang paling banyak dibahas adalah bagaimana mengenai penyediaan air bersih atau air minum. Kemudian masih fokus juga di masalah pendidikan, kesehatan dan juga masalah penanggulangan banjir. “Nah terbaru isunya kan isu IKN, tentu jumlah penduduk akan makin banyak, kemudian infrastrutur kita sudah terbatas , makanya nanti fokusnya itu sarana pendidikan, infrastruktur kota, dan kesehatan. Termasuk melanjutkan program-program di RPJPD yang lama,” pungkasnya. (dwn/ms)

 

Editor : Ismet Rifani