KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Komitmen mendukung program makan bergizi gratis (MBG) kian diperkuat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan dan groundbreaking Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta meresmikan gedung ketahanan pangan secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat (13/2).
Di Samarinda, SPPG yang berlokasi di Jalan Bhayangkara dan dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polresta Samarinda menjadi salah satu dari sekitar 1.179 SPPG Polri yang telah beroperasi secara nasional.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda sudah berjalan sekitar kurang lebih tiga bulan terakhir dan setiap hari kerja memproduksi ribuan porsi MBG.
"Hari ini kita baru saja melaksanakan launching SPPG Polri secara nasional oleh Bapak Presiden. Untuk di Samarinda, SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini sudah beroperasional kurang lebih tiga bulan," ujarnya, Jumat (13/2).
Setiap hari, dari Senin hingga Jumat, dapur SPPG tersebut memproduksi sekitar 2.554 porsi makanan bergizi gratis. Sasaran penerima manfaat adalah siswa sekolah serta kelompok 3B dari posyandu, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita di tiga kelurahan terdekat.
"Alhamdulillah, manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak kita yang masih di bangku sekolah, juga oleh ibu-ibu hamil dan kebutuhan di posyandu," jelasnya.
Di tengah sorotan kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Penajam Paser Utara, Polresta Samarinda memastikan pengawasan dilakukan secara ketat. Hendri menegaskan, higienitas dan standar operasional prosedur (SOP) menjadi prioritas utama.
Menurutnya, seluruh proses mulai dari pembelian bahan mentah, penyimpanan, pencucian, pengolahan hingga distribusi diawasi ketat. Bahan baku pun dipastikan tidak terlalu lama berada di ruang penyimpanan.
"Kami selalu mengingatkan seluruh perangkat SPPG, mulai kepala SPPG, ahli gizi hingga petugas lainnya, untuk memperhatikan kehigienisan dan kelayakan makanan. Ruang penyimpanan, pembersihan ompreng, semuanya kita laksanakan sesuai standar Badan Gizi Nasional," tegasnya.
Pengawasan juga melibatkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Samarinda yang melakukan pengawasan keamanan pangan setiap hari. Selain itu, fungsi Propam turut melakukan kontrol internal.
"Insyaallah, kita sangat memperhatikan kebersihan barang mentah, sayur-sayuran dan seluruh bahan yang digunakan. Kita ingin memastikan tidak terjadi permasalahan seperti keracunan makanan," tambahnya.
Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri di seluruh Indonesia yang dinilai aktif mendukung program MBG. Dengan telah beroperasinya sekitar 1.179 SPPG Polri, program tersebut disebut mampu menjangkau sekitar satu juta penerima manfaat setiap hari.
Presiden juga berharap Polri terus memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk Asta Cita, ketahanan pangan, hingga penanaman jagung yang menjadi salah satu fokus tahun 2026.
"Ke depan Polri tetap aktif membantu SPPG, ketahanan pangan, namun tetap melaksanakan tugas pokok utama menjaga harkamtibmas dan penegakan hukum," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki