KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Jalan Tol IKN-Balikpapan sepanjang 52,5 kilometer akan kembali dibuka secara terbatas mulai 13-29 Maret 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026.
Meski pengerjaan di segmen 3B dan seksi 3A2 sempat terkendala cuaca, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim memastikan jalur ini siap dilintasi kendaraan golongan I mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.
Saat ini, BBPJN masih melakukan persiapan sebelum jalan tol beroperasi untuk umum. Salah satunya perbaikan jalan di segmen 3B sempat yang sempat mengalami kerusakan.
Akibat ada pergeseran di seksi 3A2 slap on pale pekerjaan masih berjalan. “Insyaallah nanti bisa digunakan untuk fungsional mulai 13 Maret. Target perbaikan sampai 10 Maret,” kata Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana.
Dia menjelaskan, cuaca masih menjadi kendala dalam perbaikan jalan tersebut. “Curah hujan yang cukup tinggi. Tapi kita masih bisa mengantisipasi,” sebutnya. Pihaknya meyakini perbaikan bisa rampung sesuai jadwal.
Sebagai informasi, fungsional terbatas Jalan Tol Balikpapan-IKN akan dibuka selama 13-29 Maret 2026. Total jalan yang bisa dilalui kali ini sepanjang 52,5 kilometer.
Kendaraan dari arah Kalimantan Timur bisa menuju Kalimantan Selatan dan IKN maupun sebaliknya. BBPJN memberi atensi agar masyarakat menjaga keselamatan berkendara selama berada di dalam jalan tol.
“Seperti memenuhi aturan kecepatan maksimum 60 kilometer per jam,” tuturnya. Harapannya masyarakat mengerti karena semua aturan dibuat demi keamanan dan keselamatan semua pengguna jalan tol.
Kendaraan yang dapat melintas hanya jenis golongan I non bus dan non truk. “Boleh lewat selama jam buka fungsional terbatas jalan tol pukul 06.00 - 18.00 Wita,” ujarnya.
Namun khusus pada hari Idul Fitri atau 1 Syawal, pihaknya berencana membuka tol lebih pagi pukul 05.00 Wita. Sehingga masyarakat bisa ikut merasakan Shalat Ied di Masjid Negara Nusantara.
“Tapi untuk pastinya kami sedang menjajaki dengan Otorita IKN,” tuturnya. Mengingat ini momen shalat ied perdana di Masjid Negara Nusantara. Dia yakin banyak masyarakat yang antusias. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo