KALTIMPOST.ID, BONTANG–Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang menyiapkan empat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sepanjang tahun ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah. Namun, hingga saat ini, baru satu kegiatan yang telah dilaksanakan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan, kegiatan GPM pertama sudah digelar sebelumnya di wilayah Bontang Utara dan satu kegiatan lagi akan dilaksanakan di Tanjung Laut, Bontang Selatan, Rabu (11/3/2026) besok. “Tahun ini kami hanya mendapat anggaran untuk empat GPM,” kata Debora.
Sisa dua kegiatan lainnya direncanakan digelar pada momen tertentu. Meliputi Iduladha atau jelang Natal.
“Kalau tidak di Iduladha, kemungkinan bisa di hari ulang tahun kota atau Hari Pangan Sedunia. Kami masih melihat momentum mana yang pas, sedangkan satunya di Natal,” ucapnya
Menurutnya, lokasi kegiatan akan disesuaikan dengan pemerataan wilayah agar seluruh masyarakat Bontang bisa merasakan manfaat program tersebut.
Setelah kegiatan di Bontang Utara dan Bontang Selatan, rencana berikutnya kemungkinan akan menyasar wilayah Bontang Barat.
“Kalau kegiatan menjelang Natal dan tahun baru biasanya kami laksanakan di Bontang Barat,” tutur dia.
Sementara untuk kegiatan berikutnya, DKP3 masih mempertimbangkan sejumlah lokasi yang dinilai memiliki banyak masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Salah satu wilayah yang dipertimbangkan adalah Kelurahan Loktuan, karena dinilai strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kawasan sekitar.
“Loktuan cukup potensial karena berdekatan dengan Guntung dan masyarakat yang membutuhkan juga cukup banyak,” terangnya.
Debora menjelaskan kegiatan GPM bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi.
Pada pelaksanaannya, DKP3 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, yang membantu penyediaan fasilitas seperti tenda kegiatan.
“Bank Indonesia memang punya perhatian terhadap pengendalian inflasi daerah, sehingga ikut mendukung kegiatan ini,” sebutnya.
Selain itu, pada tahun sebelumnya kegiatan GPM juga sempat didukung subsidi transportasi dari pemerintah daerah sehingga harga bahan pangan bisa ditekan lebih rendah.
Namun untuk tahun ini, bantuan subsidi tersebut tidak sebesar tahun sebelumnya sehingga kegiatan GPM dilakukan dengan penyesuaian. Pemkot hanya menyubsidi terkait dengan biaya transportasi pengiriman komoditas pangan.
Namun, DKP3 berharap kegiatan itu tetap mampu membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami berharap di APBD Perubahan ada alokasi supaya GPM ini bisa ditambah jumlahnya” pungkas Debora. (39)
Editor : Dwi Restu A