KALTIMPOST. ID, SENDAWAR- Dalam rangka penyaluran kembali bantuan beras untuk keluarga tidak mampu tahun 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Barat meminta kampung dan kelurahan se Kita Barat untuk proaktif dalam menyampaikan data. Saat ini belum semua data dimaksud masuk ke Dinsos Kubar.
Permintaan data terkait hal tersebut seyogyanya selesai pada bulan Februari 2026, namun hingga tanggal 28 Februari 2026 data belum semua masuk. "Belum semuanya, jadi sejak kita surati kita batasi hingga bulan Februari, tapi ternyata mungkin teman-teman di kampung masih punya kesibukan lain, belum semuanya masuk ke dinas, " ujar Kepala Dinsos Kubar, Aldolfus Edhardus Pontus, kepada Kaltimpost. Id, Selasa (10/3/2026).
Namun demikian Dinsos tidak menutup untuk usulan tetap masuk, karena proses berjalan kita juga masih persiapan perencanaan, jadi kita persilakan yang belum untuk tetap masuk usulan.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Nasional Sp Belusuh–Mentiwan Dikebut, Ini Titik Pekerjaan Terbarunya
Data yang diminta, adalah data keluarga tidak mampu by name addres (BNA) di wilayah masing-masing dengan kriteria berpenghasilan rendah, tidak memiliki penghasilan tetap, Lanjut usia tidak mampu, penyandang disabilitas tidak mampu.
Data dibuat dalam bentuk format Excel dan dilengkapi surat keterangan tidak mampu untuk dilakukan verifikasi dan validasi sebagai dasar penyaluran bantuan beras kepada keluarga yang berhak menerimanya.
"Harapannya teman- teman dari kampung yang belum memberikan data, agar disegerakan, " tandasnya. Penerima bantuan tidak hanya untuk keluarga tidak mampu yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun bantuan beras dari daerah bisa juga diterima oleh keluarga tidak mampu yang menerima bantuan dari pusat seperti PKH dan lainnya.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Teken MoU dengan Perum Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga Beras
Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) intensif menyalurkan bantuan beras selama tahun 2025 untuk mengentaskan kemiskinan dan ketahanan pangan.
Pada akhir Desember 2025, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada 7.107 warga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Sementara itu salah satu pengiat aksi solidaritas sosial di Kutai Barat, Alsiyus meminta kampung dan kelurahan mendukung program yang ada dengan memberikan data real yang dibutuhkan oleh Dinsos guna untuk dasar penyaluran bantuan beras.
"Kita minta jangan sampai ada keluarga yang tidak mampu terlewatkan, jangan sampai ada yang tidak mau berikan data karena alasan politik, tidak boleh ada diskriminatif, " tegasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki