KALTIMPOST.ID - Gelombang ketenaran atlet wanita dunia terus menguat, terutama di cabang tenis yang semakin mendominasi panggung global. Sorotan publik kembali tertuju pada deretan bintang yang tidak hanya berjaya di lapangan, tetapi juga mendulang pendapatan fantastis dari berbagai kerja sama komersial.
Di antara daftar panjang atlet papan atas itu, satu nama kembali mencuri perhatian. Fokus pemberitaan mencuat setelah Coco Gauff kembali menduduki posisi puncak sebagai atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia tahun 2025, menurut laporan tahunan Sportico.
Baca Juga: Crypto Market Crash 2025: Apa yang Dipelajari Investor Indonesia dari Kejatuhan Pasar Terbaru?
Gauff menempati posisi pertama dengan total pendapatan diperkirakan mencapai USD 31 juta (sekitar Rp 516 miliar). Dari jumlah itu, USD 8 juta berasal dari hadiah turnamen, sementara USD 23 juta merupakan hasil kontrak sponsor dan endorsement. Ia bekerja sama dengan sejumlah brand global seperti New Balance, Mercedes-Benz, dan Rolex.
Posisi Gauff hanya unggul tipis dari Aryna Sabalenka yang mengantongi sekitar USD 30 juta (Rp 499 miliar). Di peringkat berikutnya, Iga Swiatek membukukan pendapatan USD 23 juta (Rp 383 miliar). Dari 15 atlet yang masuk daftar Sportico, 10 di antaranya adalah petenis, menandakan kuatnya daya tarik komersial cabang olahraga ini.
Dalam wawancaranya dengan Forbes, Gauff menegaskan bahwa setiap kerja sama yang ia ambil harus sesuai dengan prinsip personal.
Baca Juga: Indonesia Kirim 1.021 Atlet ke SEA Games 2025, Target 80 Emas Jadi Fokus Utama
“Dalam semua kolaborasi dengan brand, saya selalu memastikan produk atau layanan tersebut benar-benar saya gunakan dan sesuai gaya hidup saya. Saya bahkan pernah menolak beberapa tawaran karena merasa itu tidak autentik bagi saya,” ujarnya.
Dominasi Gauff di daftar ini sekaligus mempertegas posisinya sebagai ikon tenis modern yang sukses menggabungkan prestasi, popularitas, dan nilai komersial dalam satu paket. (*)
Editor : Ery Supriyadi