KALTIMPOST.ID-Ratusan muda-mudi memadati Hotel Horison Sagita Balikpapan sejak Sabtu (2/5) pagi. Tampak, mereka berdandan rapi, memakai gaun dan jas terbaik mereka.
Faktanya, antrean itu adalah audisi offline D’Academy 8 (DA8). Menariknya, tak hanya berasal dari Kaltim, mereka bahkan datang dari luar provinsi seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Dalam pencarian talenta dangdut muda itu, turut dihadiri Fildan DA4 dan Valen DA7. Selain menjadi juri, mereka juga menghibur peserta dengan melakukan tantangan bersama untuk mencairkan suasana.
Kepada awak media, Fildan mengaku senang dengan semangat para peserta. Suara merdu mereka bahkan menarik perhatiannya. “Yang pasti suara mereka keren-keren sih, saya senang melihat semangat mereka,” ujarnya.
Dia berkata, untuk mencari talenta baru cukup sulit, khususnya yang memiliki ciri khas berbeda. Sebab, semua tipe suara sudah dimiliki oleh peserta dari season 1 hingga 7.
“Kami yakin setiap tahun pasti ada yang berbeda dari yang lain. Mungkin ada juga yang mirip si ini si itu, tapi kami semaksimal mungkin cari yang berbeda dari tahun sebelumnya,” tambahnya.
Mengikuti DA4 bersama Putri, Fildan yakin akan ada banyak talenta luar biasa seperti rekannya itu. Dengan catatan, mereka harus menjadi diri sendiri dan tidak meniru siapa pun.
“Saya yakin akan ada yang lebih bagus lagi. Usahakan jangan mencontoh penyanyi-penyanyi senior yang lain,” pesannya.
Sementara itu, Valen menilai beberapa talenta mungkin saja masih belum menunjukkan bakat sebenarnya. Menurutnya, peserta itu punya potensi yang lebih besar dari yang mereka tunjukkan.
“Nanti bakal kami kulik terus. Intinya, rileks saja. Tadi ada beberapa yang menarik perhatian, ada juga yang masih butuh proses,” ungkapnya.
Sementara itu, D’Academy yang tayang di saluran televisi INDOSIAR sukses menjadi perbincangan di berbagai platform media sepanjang 2025.
Audisi offline sendiri telah sukses digelar sejak dua pekan lalu di Kabupaten Musi Banyuasin, Medan, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan Makassar. (rd)
Editor : Romdani.