Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balikpapan Pintu Utama, Niai Impor Kaltim Capai USD 293,51 Juta

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 18 April 2025 | 17:23 WIB

Photo
Photo
VITAL: Pelabuhan Balikpapan memegang peranan vital dalam aktivitas impor Kaltim. Kontribusinya mencapai 70,45 persen dari total impor.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelabuhan Balikpapan kembali menunjukkan dominasinya sebagai pintu gerbang utama masuknya barang impor ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Februari 2025.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, nilai impor yang dibongkar melalui Pelabuhan Balikpapan mencapai USD 293,51 juta, menjadikannya yang tertinggi di antara pelabuhan lainnya.

Selain Balikpapan, dua pelabuhan lain juga mencatatkan nilai impor yang signifikan. “Pelabuhan Sepinggan dengan nilai USD 77,02 juta dan Pelabuhan Kariangau sebesar USD 47,47 juta,” beber Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.

Secara keseluruhan, nilai impor melalui lima pelabuhan utama di Kaltim (termasuk Tanjung Bara dan Samarinda) mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. “Jika dibandingkan dengan Januari 2025, nilai impor di lima pelabuhan tersebut naik sebesar 23,39 persen, dari USD 380,23 juta menjadi USD 469,15 juta pada Februari 2025,” lanjutnya.

Dalam catatan kumulatif periode Januari hingga Februari 2025, Pelabuhan Balikpapan memegang peranan yang sangat vital dalam aktivitas impor Kaltim. Kontribusinya mencapai 70,45 persen dari total nilai impor provinsi.

Pelabuhan Sepinggan menyusul di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 11,20 persen, dan Pelabuhan Kariangau berada di urutan ketiga dengan sumbangan sebesar 9,58 persen. Pelabuhan Tanjung Bara dan Pelabuhan Samarinda juga turut berkontribusi meskipun dengan nilai yang lebih kecil.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Februari 2024), kinerja impor melalui pelabuhan-pelabuhan utama menunjukkan tren yang beragam.

Pelabuhan Balikpapan, Sepinggan, dan Kariangau mencatatkan kenaikan nilai impor yang cukup signifikan. Namun, Pelabuhan Tanjung Bara dan Pelabuhan Samarinda justru mengalami penurunan nilai impor.

“Secara keseluruhan, total nilai impor Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2025 mencapai USD 471,93 juta, naik 20,86 persen dibandingkan Januari 2025. Peran pelabuhan-pelabuhan utama ini sangat krusial dalam memenuhi kebutuhan barang impor bagi aktivitas ekonomi di Kaltim,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Nilai Impor Kaltim #BPS KALTIM #Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan #pelabuhan kariangau