KALTIMPOST.ID-Pertumbuhan usaha mikro dan kecil di Balikpapan sepanjang 2025 menunjukkan pola yang konsisten.
Sektor kuliner kembali mendominasi penerbitan nomor induk berusaha (NIB). Menandakan geliat ekonomi rakyat masih bertumpu pada konsumsi domestik dan sektor jasa makanan-minuman.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi mengungkapkan, penerbitan NIB sepanjang 2025 masih didominasi usaha kuliner, baik kedai makanan, restoran, maupun kafe. Dalam setahun pun lebih dari 70 persen dari 6.000 pengajuan NIB itu terbanyak dari usaha kuliner.
“Itulah NIB yang terbit, nomor induk berusaha ya. Itu yang terbanyak masih kuliner, kedai makanan, restoran, kafe. Itu yang terbanyak 2025,” sebut Helmi.
Ia menjelaskan, dominasi sektor kuliner mencerminkan karakter ekonomi kota jasa seperti Balikpapan, yang ditopang aktivitas perdagangan, jasa, dan konsumsi masyarakat.
Selain itu, sektor ini relatif mudah dimasuki pelaku usaha karena keperluan modal tidak sebesar sektor manufaktur.
Hasbullah menilai tren tersebut juga dipengaruhi kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang mempermudah pelaku usaha memulai bisnis. Kemudahan regulasi mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi usaha formal.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan sektor usaha agar tidak terjadi kejenuhan pasar.
Menurutnya, diversifikasi usaha tetap diperlukan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. “Kalau dari sisi NIB memang kuliner dominan. Tapi kita tetap dorong sektor lain supaya struktur ekonominya kuat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah kota terus melakukan pembinaan UMKM melalui pendampingan, sosialisasi perizinan, serta penguatan akses pasar. Upaya itu dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan bersaing.
“Dominasi sektor kuliner di Balikpapan diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring pertumbuhan populasi, mobilitas masyarakat, serta meningkatnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan IKN (Ibu Kota Nusantara),” ujarnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.