Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Paser akan terus berjalan sampai selesai Lebaran. Total ada 75 kali yang ditargetkan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Paser selama 2024. Sampai Maret ini sudah terlaksana 24 kali.
TANA PASER - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser Taharudin menyampaikan idealnya tiap bulan ada enam sampai delapan kali gelaran.
"Nanti akan kita laksanakan lagi seminggu sebelum Idulfitri di Kota Tana Paser," kata Taharudin, Rabu (20/3).
Sampai 27 Maret, GPM di Paser akan terus dilaksanakan di sejumlah kecamatan. Total 10 kecamatan akan mendapatkan jatah program GPM. Di tengah harga beras yang naik, Taharudin mengatakan tiap GPM di tingkat kabupaten, pemerintah bersama Perum Bulog menyiapkan 10 ton per hari khusus beras.
Hampir setiap hari stok tersebut ludes dibeli masyarakat. Sementara di tingkat kecamatan disiapkan 2,5 ton dan selalu habis. Taharudin mengatakan, jatah beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk Kabupaten Paser dan PPU sebanyak 3 ribu ton setahun. Khusus Paser ada 1.800 ton. Saat ini sudah tersalurkan 600 ton.
"Insyaallah masih cukup sampai akhir tahun kebutuhan beras SPHP ini di Paser sampai akhir 2024," katanya.
Harga beras SPHP yang dijual di GPM ini hanya Rp 11.500 per kilogram dan Rp 52 ribu per lima kilogram. Jauh dibanding dengan beras premium di pasaran yang sudah mencapai Rp 85–90 ribu lebih per 5 kilogram. (jib/far/k16)
Editor : Faroq Zamzami