Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gerakan Pekarangan Buah Lokal di Kutai Barat, Bupati Ajak Warga Wujudkan Ketahanan Pangan

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 9 April 2026 | 07:54 WIB
Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui penanaman buah lokal di Kutai Barat. (ILUSTRASI)
Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui penanaman buah lokal di Kutai Barat. (ILUSTRASI)

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pesan penuh harapan datang dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Barat. Bupati Frederick Edwin secara resmi menyerukan kepada seluruh petinggi kampung agar kembali memanfaatkan potensi yang kerap terabaikan, yakni pekarangan rumah.

Menurutnya, pekarangan bukan sekadar lahan sisa. Jika dikelola dengan baik, area ini dapat menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mencerminkan identitas budaya daerah.

Dalam arahannya, Frederick Edwin menegaskan bahwa para petinggi tidak cukup hanya menyampaikan imbauan. Ia meminta adanya langkah nyata untuk menggerakkan masyarakat menanam berbagai jenis buah-buahan lokal di lingkungan rumah masing-masing.

Baca Juga: PSG Menang 2-0 atas Liverpool, Tapi Peluang The Reds Lolos Masih Terbuka

“Ketahanan pangan keluarga harus dimulai dari titik terdekat, yaitu tanah di depan dan belakang rumah kita sendiri,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia meyakini, penanaman buah lokal secara masif akan mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap.

Lebih dari itu, gerakan ini juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian tanaman khas Kutai Barat. Di tengah maraknya buah impor, keberadaan buah lokal dinilai perlu mendapat perhatian serius.

“Menanam buah lokal adalah cara kita mencintai daerah. Kita tidak ingin generasi mendatang hanya mengenal buah khas kita dari cerita, tanpa pernah melihat atau mencicipinya langsung,” kata Frederick Edwin.

Baca Juga: Aktor Utama Masih Buron, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Bom Molotov Samarinda Desak Polisi Tangkap DPO dan Jenlap Aksi

Tak hanya tanaman, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian hewan lokal. Ia menilai ekosistem Kutai Barat merupakan satu kesatuan yang saling terhubung, sehingga perlindungan fauna menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keseimbangan alam.

Dengan lingkungan yang tetap asri dan ekosistem yang terjaga, Kutai Barat diharapkan mampu menjadi daerah yang kaya secara hayati sekaligus mandiri secara ekonomi.

Melalui gerakan ini, Frederick Edwin berharap setiap kampung dapat berkembang menjadi “hutan produktif” skala kecil. Upaya sederhana dari pekarangan rumah, namun berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kedaulatan pangan di masa depan.

Para petinggi kampung pun diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengawal gerakan hijau tersebut di seluruh wilayah Kutai Barat. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#buah lokal #Frederick Edwin #pekarangan rumah #ketahanan ekonomi