KALTIMPOST.ID – Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan website bernama Wplace, di mana pengguna dapat membuat gambar-gambar piksel pada kanvas besar secara online di peta dunia melalui Google Map.
Adanya website ini telah lama menjadi proyek kolaborasi dan eksperimen sosial yang bernama r/Place, yang diinisiasi oleh Josh Wardle pada tahun 2017 bertepatan dengan April Mop. Kemudian, Wplace diluncurkan bulan Juli lalu yang kemudian popularitasnya meroket saat ini.
Melalui situs https://wplace.live, pengguna harus masuk menggunakan akun Google atau Twitch untuk mulai ‘menggambar’ secara digital. Pengguna dapat zoom out, zoom in, dan scroll, serta mengakses wilayah mana pun di dunia atau ke lokasi pengguna berada.
Setiap 30 detik, pengguna dapat mewarnai satu piksel yang dapat dilihat orang lain. Wplace mengklaim seluruh peta memiliki lebih dari 4 triliun piksel.
Pengguna dapat melihat berbagai karya dari pengguna lain di belahan dunia lain serta ikut berkolaborasi dengan ikut membuat gambar di ‘wilayah’ pengguna lain secara virtual.
Lonjakan pengguna di situs tersebut telah memicu dinamika persaingan yang unik, yaitu dengan adanya ‘perang wilayah’ yang melibatkan berbagai komunitas untuk menguasai ruang digital (maps).
Hal ini membentuk kelompok untuk melindungi ‘wilayah’ favorit mereka dan membuat karya seni di tempat-tempat acak yang sebelumnya tidak pernah diketahui.
Fenomena ini menjadi contoh nyata bagaimana media sosial dan kreativitas kolaboratif dapat menciptakan aliansi serta persaingan di ranah virtual.
Sampai saat ini, situs ini kerap mengalami server down atau server sibuk karena banyaknya pengguna yang mengakses. (*)
Editor : Almasrifah