KALTIMPOST.ID, Pendamping Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Rustini Muhaimin mengingatkan pentingnya pemengaruh atau influencer dalam mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, influencer harus menjadi contoh yang baik bagi publik. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2025 yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat.
Mengutip laman JawaPos.com (29/9/2025), ia menyebut, kompetisi ini bukan hanya ajang kecantikan, melainkan wadah pengembangan diri, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut lagi, Rustini mengemukakan bahwa Hijabfluencer mempunyai peran strategis dalam menyebarkan nilai kebaikan, edukasi, dan pemberdayaan melalui media sosial.
Menurutnya, perempuan berhijab adalah inspirasi generasi muda.
“Kehadiran media digital dapat dimanfaatkan untuk dakwah kultural, promosi nilai keagamaan dan kebangsaan, serta membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi kreatif,” jelas Rustini.
Tidak hanya itu, ia meminta influencer supaya mampu menjadi inspirator masyarakat dalam hal positif. Tidak hanya mengedepankan penampilan juga akhlak, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata.
“Gunakan platform media sosial untuk mendorong perubahan positif, mulai dari isu pendidikan, kewirausahaan, hingga lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut lagi, ia mengatakan, pemerintah menempatkan perempuan sebagai motor penggerak pembangunan, baik dalam kewirausahaan, pendidikan keluarga, maupun ketahanan sosial.
Sebab itu, tambahnya, ajang ini selaras dengan semangat meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan nasional.
Istri Menko Muhaimin Iskandar ini juga menyinggung potensi besar industri busana muslim di Indonesia.
Menurutnya, tren busana muslim kini menjadi pasar menjanjikan. Merujuk pada survei ekonomi digital di platform media sosial seperti TikTok, busana muslim menempati urutan kedua setelah produk elektronik.
“Fesyen muslimah Indonesia terus berkembang pesat. Harapannya, produk fesyen muslim karya anak bangsa dapat mendominasi pasar global,” ujarnya.
Editor : Hernawati