Dalam pidatonya, Budi menyebut dirinya sudah lebih dulu meminta izin kepada para anggota Projo sebelum mengambil keputusan tersebut.
“Saya sudah meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk bergabung dengan Partai Gerindra,” ujar Budi di hadapan peserta kongres.
Meski demikian, mantan Menteri Koperasi dan UKM itu menegaskan bahwa dirinya belum resmi menjadi kader Gerindra. Ia menyebut langkah ini masih sebatas niat dan menunggu keputusan dari pihak partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu.
“Saya baru mau masuk. Belum tentu juga diizinkan,” katanya sembari tersenyum.
Menurut Budi, para anggota Projo menyerahkan sepenuhnya keputusan politik tersebut kepadanya. Ia mengaku langkah ini sejalan dengan semangat untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru berjalan.
“Anggota menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk mengambil langkah terbaik dalam mendukung arah politik ke depan,” ujar Budi.
Sinyal kedekatan Budi Arie dengan Gerindra sebenarnya sudah terlihat beberapa bulan sebelumnya. Saat Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo pada Juli lalu, Prabowo sempat menggoda Budi yang kala itu masih menjabat sebagai menteri.
“Menteri Koperasi, Saudara Budi Arie Setiadi. Ini masuk PSI kau? Bukan? PSI atau Gerindra kau?” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Budi menanggapi gurauan itu dengan kalimat yang kini terasa profetik: “Ikut perintah Presiden, ikut presiden.”
Kini, usai tidak lagi menjabat di kabinet, arah politik Budi tampak semakin jelas. Ia menyatakan kesiapannya memperkuat barisan pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Kendati begitu, wacana kepindahan Budi Arie ke Gerindra memunculkan berbagai reaksi, baik dari internal Projo maupun publik yang masih mengingat kedekatannya dengan Jokowi.
Namun bagi Budi, langkah ini bukan soal pindah haluan, melainkan kelanjutan dari perjuangan politik yang selama ini ia yakini.
Editor : Uways Alqadrie