Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Profil Ustazah Hasanah, Guru Ponpes Mura’atul Lughah yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Tewas Dirampok di Banjarbaru

Uways Alqadrie • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:51 WIB
Ustazah Nurhasanah
Ustazah Nurhasanah

KALTIMPOST.ID, MARTAPURA – Kisah pilu menyelimuti peristiwa perampokan yang merenggut nyawa seorang ustazah muda di Banjarbaru. Korban, Hasanah (26), dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menjalani hidup penuh perjuangan sejak kecil.

Ustazah Hasanah sehari-harinya pengajar di Pondok Pesantren Mura’atul Lughah yang berada di wilayah Martapura, Kalimantan Selatan.

Hasanah ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan Jalan Seledri, Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, pada akhir April lalu. Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil meringkus dua pelaku berinisial AS (40) dan MFI (43) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru 5 Mei 2026 Naik Serentak: Pertamina, Vivo, BP, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru

Di mata keluarga, Hasanah bukan sekadar korban. Ia adalah tulang punggung keluarga yang mandiri sejak menjadi yatim piatu. Sang ibu meninggal saat ia masih kecil, disusul ayahnya pada 2016. Sejak itu, Hasanah berjuang sendiri, termasuk membiayai pendidikan adiknya.

Sehari-hari, ia mengabdikan diri sebagai guru mengaji di pesantren. Gelar ustazah melekat berkat dedikasinya mendidik santri. Namun, demi mencukupi kebutuhan hidup, Hasanah juga bekerja di toko aksesori selepas mengajar hingga malam hari.

Meski memiliki aktivitas padat, ia dikenal tidak pernah mengeluh. Bahkan, kondisi kesehatannya yang sempat menurun kerap ia sembunyikan agar tidak membebani keluarga, terutama sang nenek.

Kepergian Hasanah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Mereka mengaku kehilangan sosok sederhana yang selama ini menjadi harapan keluarga. Meski pelaku telah ditangkap, keluarga berharap proses hukum berjalan tegas dan memberikan hukuman setimpal.

Pesan Terakhir Ustazah Hasanah

Beberapa jam sebelum kejadian, korban ternyata sempat mengirim pesan singkat kepada keluarga. Pesan itu terkesan sederhana, namun kini menjadi kenangan terakhir yang membekas.

Korban mengaku merasa sangat haus dan meminta dibawakan minuman. Permintaan itu sempat dipenuhi oleh keluarganya yang datang langsung ke tempat kerja. Pertemuan singkat tersebut menjadi momen terakhir—korban terlihat lebih banyak diam, hanya tersenyum tanpa banyak bicara.

Baca Juga: Wakil Rektor III Unived Bengkulu Dijerat Pasal Penganiayaan, Ini Awal Kasus hingga Jadi Tersangka

Di sisi lain, penyelidikan kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut. Dua pelaku yang telah ditangkap mengaku nekat melakukan aksi perampokan karena tekanan ekonomi.

Keduanya disebut sudah merencanakan aksi dengan mengincar korban yang kerap melintas di lokasi. Uang hasil kejahatan rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya pendidikan anak.

Sudah Diincar Pelaku

Hasanah, merupakan pengajar di Pondok Pesantren Mura’atul Lughah Martapura. Ia menjadi sasaran setelah pelaku menilai korban kerap membawa barang berharga saat melintas di Jalan Seledri, Sungai Ulin.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menjelaskan, kedua tersangka berinisial AS dan MFI telah beberapa kali mengamati kebiasaan korban. Mereka kemudian memilih bersembunyi di sekitar lokasi untuk menunggu waktu yang dianggap tepat.

Baca Juga: Kronologi Pembantaian 1 Keluarga di Perbatasan Kalteng–Kaltim, Mantan Kades di Kubar dan Istrinya Jadi Pelaku

Aksi terjadi saat korban melintas seorang diri. Pelaku langsung menyerang dari belakang hingga korban terjatuh. Dalam kondisi tak berdaya, korban kemudian dilumpuhkan dan diikat sebelum akhirnya meninggal dunia.

Setelah itu, pelaku menggeledah barang milik korban. Namun hasilnya jauh dari perkiraan. Di dalam tas, pelaku hanya menemukan uang tunai sebesar Rp7.000 dan sebuah telepon genggam.

“Pelaku mengira ada barang berharga. Tapi yang ditemukan hanya uang sedikit dan ponsel,” ungkap Kapolres.

Tak berhenti di situ, sepeda motor korban juga sempat dibawa dan disembunyikan terpisah dengan rencana akan dijual.

Baca Juga: Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Mei 2026, Cek Lengkap di Sini

Dari hasil pemeriksaan, motif utama kejahatan ini dilatarbelakangi tekanan ekonomi. Salah satu pelaku mengaku membutuhkan uang untuk keperluan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.

Editor : Uways Alqadrie
#Ustazah Nurhasanah Martapura #Guru Ijai #polda kalsel #martapura #polres banjarbaru