Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Banjir dan Longsor Terjang Sinjai Sulsel, Puluhan Rumah Rusak dan Sawah Terendam

Uways Alqadrie • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:01 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, SINJAI – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, selama beberapa hari terakhir memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sedikitnya tiga kecamatan terdampak akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal pekan lalu.

Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan banjir melanda Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellu Limpoe setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut pada 3 hingga 4 Juni 2026.

Baca Juga: Said Iqbal Masuk Istana! Besok Dikabarkan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Selain banjir, kondisi tanah yang labil memicu longsor di sejumlah titik. Beberapa desa yang terdampak longsor antara lain Desa Panaikang, Lasiai, Saukang, dan Sanjai di Kecamatan Sinjai Timur. Longsor juga terjadi di Desa Bua dan Lembang Lohe, Kecamatan Tellu Limpoe, serta sejumlah wilayah lain seperti Desa Tompobulu, Desa Aska, Kelurahan Biringere, dan Kelurahan Lamatti Rilau.

Akibat banjir, sebanyak 21 rumah warga terdampak dan sekitar 60 hektare lahan persawahan terendam air. Selain itu, dua ekor kuda dilaporkan mati setelah terseret dan tenggelam saat banjir melanda.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Sebanyak 11 ruas jalan, enam bangunan perkantoran, satu fasilitas umum, dan dua fasilitas pendidikan ikut terdampak.

Meski genangan air telah surut sejak Kamis (4/6), akses jalan yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Erabaru di Kecamatan Tellu Limpoe masih belum bisa dilalui karena mengalami kerusakan.

Sementara itu, bencana longsor menyebabkan tujuh rumah warga terdampak, merusak satu hektare area persawahan, satu jembatan, serta enam ruas jalan penghubung antarwilayah.

Longsor juga mengganggu jaringan pipa PDAM yang memasok kebutuhan air bersih warga Dusun Waetuo. Hingga kini, proses perbaikan masih terus dilakukan oleh petugas terkait.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah warga sempat mengungsi karena rumah mereka berada di lokasi yang terdampak langsung bencana.

Baca Juga: Tangis dan Pengakuan Ibu Bilqis Rajiansyah: Gelisah sebelum Putrinya Dibunuh Perampok di Sragen

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Editor : Uways Alqadrie
#Kabupaten Sinjai #longsor dan banjir di Sinjai #Polda Sulawesi Selatan #Polres Sinjai