KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kabar baik datang bagi para petani padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Setelah sempat dihentikan, program penyerapan gabah oleh Perum Bulog akhirnya kembali berjalan. Keputusan ini disambut lega oleh petani yang sebelumnya sempat khawatir hasil panen tak terserap optimal.
Baca Juga: PPU Turunkan Kasus Malaria, Target Zona Hijau Kian Dekat
Kebijakan penghentian sementara sempat menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, pada saat itu pemerintah pusat mengumumkan bahwa target serapan nasional sebesar tiga juta ton telah tercapai.
Situasi tersebut membuat sebagian petani di PPU menahan penjualan gabah sambil menunggu kepastian dari pemerintah daerah.
Di tengah kekhawatiran itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, langsung mengambil langkah cepat.
“Alhamdulillah, sehari setelah informasi penghentian itu kami langsung bersurat ke Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan,” ujarnya.
Surat balasan dari Kementerian diterima pada 26 September 2025, hanya sehari sebelum Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III yang digelar bersama Polres PPU.
Tak lama kemudian, Bulog memastikan kembali menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai standar kualitas mulai 29 September 2025.
Meski serapan dibuka kembali, Gunawan mengakui jumlah gabah yang bisa ditampung tidak sebanyak sebelumnya karena musim panen hampir berakhir.
"Luas panen kita tinggal 789 hektare ketika surat kami kirim, jadi serapan tidak sebesar sebelumnya,” jelasnya.
Data Dinas Pertanian mencatat, pada musim tanam (MT) II tahun ini, Bulog telah menyerap sekitar 7.200 ton gabah, naik signifikan dibanding 5.300 ton pada musim tanam pertama.
Namun, penghentian sementara sempat menimbulkan keresahan di lapangan.
Baca Juga: Ajak Warga Hidup Sehat, Otorita IKN Gelar Cek Kesehatan Gratis
“Sempat gaduh satu sampai dua minggu karena banyak yang bertanya soal kelanjutan serapan. Tapi akhirnya bisa diselesaikan lewat kerja sama dengan mitra Bulog dan Bulog Kalimantan Selatan,” terang Gunawan.
Dengan kembalinya serapan gabah ini, petani di PPU diharapkan bisa kembali fokus menyiapkan musim tanam berikutnya tanpa kekhawatiran terhadap harga dan penyaluran hasil panen. (*)
Editor : Ery Supriyadi