KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Keheningan warga RT 05, Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendadak pecah pada Kamis (12/2/2026) sore.
Seorang remaja perempuan berinisial SA (14) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dapur rumahnya sekitar pukul 17.05 Wita.
Kapolsek Babulu, AKP Ridwan Harahap, mengonfirmasi insiden memilukan tersebut.
Baca Juga: Mantan Kadis ESDM Kaltim Amrullah Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Jamrek CV Arjuna
Menurutnya, korban kali pertama ditemukan oleh bibinya yang saat itu datang ke rumah untuk mengantarkan adik korban pulang.
Kecurigaan muncul ketika bibi korban mendapati rumah dalam keadaan tertutup rapat.
Meski sudah dipanggil berkali-kali dan pintu digedor, tidak ada respons dari dalam rumah. Hal ini mendorong pihak keluarga untuk berinisiatif mendobrak pintu belakang.
Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Maret 2026 Cair Pakai 3 Skema, Benarkah Ada Kenaikan?
"Saat berhasil masuk, saksi sempat mengira korban hanya sedang berdiri di area dapur. Namun, saat ditegur dan tidak menjawab, saksi baru menyadari bahwa korban sudah tergantung dengan seutas tali," katar AKP Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa saat kejadian, SA sedang sendirian di rumah.
Diketahui, kedua orang tuanya tengah berada di rumah sakit karena sang ayah sedang menjalani perawatan medis.
Baca Juga: Resmi Dirilis! Harga dan Detail Jersey Keempat Persebaya yang Viral di Media Sosial
Dikatakannya, pihak kepolisian segera mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan estimasi dokter, SA diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar lima jam sebelum ditemukan.
"Diduga korban meninggal sekitar pukul 13.00 Wita, jika merujuk pada kondisi jenazah saat pemeriksaan medis dilakukan," tambah Ridwan.
Sempat Update Status Media Sosial
Meski keluarga menyatakan tidak ada perilaku mencurigakan atau gelagat aneh sebelumnya, polisi menemukan fakta bahwa SA masih beraktivitas di dunia maya pada pagi hari sebelum kejadian.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Belum Diputuskan, Kenapa Menkeu Purbaya Justru Tambah Anggaran Polri?
"Berdasarkan penelusuran pada ponsel korban, ia diketahui masih sempat memperbarui status di media sosial sekitar pukul 10.00 Wita. Korban sendiri merupakan pelajar kelas VII SMP dan memang memiliki riwayat beberapa kali berpindah sekolah," jelas Kapolsek.
Hingga saat ini, Polsek Babulu masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(*)
Editor : Dwi Puspitarini