KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU tengah mempersiapkan langkah strategis, untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Fokus utama pembangunan infrastruktur air minum pada tahun anggaran 2027 akan diarahkan pada pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Longkali ke wilayah Kecamatan Babulu.
Baca Juga: Pastikan Tri Hari Suci Kondusif, Polres PPU Jamin Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Sekretaris Dinas PUPR PPU M Ali Musthofa mengatakan, perencanaan pembangunan akan dilakukan secara simultan mulai tahun ini hingga 2029. Ali menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen visi dan misi Bupati PPU Mudyat Noor dan Pemkab PPU untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.
"Yang jelas fokus kami di Babulu terkait SPAM regional. Persiapannya sudah dicicil dari sekarang," ujar Ali.
Menurutnya, kapasitas 200 Liter per detik proyek SPAM Regional Babulu diproyeksikan memiliki kapasitas distribusi total sebesar 200 liter per detik. Kapasitas tersebut akan dibagi dua, yakni 150 liter per detik yang dialokasikan untuk wilayah PPU. Sisanya 50 liter per detik ke Kabupaten Paser.
Baca Juga: Gaji PNS 2026 Jadi Naik? Jawabannya Ada di Evaluasi Triwulan Ini dari Menkeu Purbaya
Dalam pembagian tugasnya, Dinas PUPR akan bertanggung jawab pada sektor hilir. Khususnya terkait pipanisasi (off-taker) dari hulu hingga ke rumah-rumah warga. "Sementara itu, untuk proses pengolahan airnya akan ditangani pihak Pemerintah Provinsi Kaltim," ujarnya.
Pengembangan infrastruktur itu diharapkan dapat menyasar dua kecamatan utama yang akan saling terinterkoneksi. Disinggung terkait target sambungan, Pemkab PPU menargetkan hingga 15 ribu sambungan rumah (SR) untuk mengoptimalkan kapasitas 100 liter per detik yang tersedia di wilayah tersebut.
Baca Juga: PSSI Kaltim Resmi Dukung Anderiy Syachrum, Kandidat Kuat Pimpin KONI Kaltim 2026-2030
"Fokus kami di Babulu adalah mengejar kurang lebih 15 ribu sambungan. Itu harus dioptimalkan untuk memanfaatkan kapasitas yang ada," tambahnya.
PUPR PPU juga menegaskan, detail mengenai blok wilayah dan pemetaan teknis jalur pipa akan segera dirampungkan. Hal itu agar progres pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam Musrenbang 2027. (*)
Editor : Dwi Restu A