KALTIMPOST.ID,WASHINGTON–Pemerintah Amerika Serikat akhirnya resmi menerbitkan visa bagi para pemain dan staf Tim Nasional (Timnas) sepak bola Iran pada Jumat (5/6) waktu setempat. Langkah ini menjadi titik terang yang memastikan partisipasi Iran di ajang Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya sempat dibayangi ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik.
Pemberian visa ini sekaligus memberikan lampu hijau bagi skuad Iran untuk menyeberang ke AS dari basis pelatihan mereka di Tijuana, Meksiko, guna melakoni dua laga pembuka yang dijadwalkan berlangsung di dekat Los Angeles bulan ini.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa seluruh pemain Iran telah disetujui untuk mendapatkan visa dan saat ini sedang dalam proses penerimaan dokumen. Pejabat kedua menambahkan bahwa visa juga telah diterbitkan untuk jajaran pelatih, pelatih fisik, dan sebagian staf pendukung.
Meski demikian, pejabat ketiga mengindikasikan adanya beberapa pengajuan dari pihak yang terafiliasi dengan tim yang ditolak karena mengajukan visa "dengan alasan palsu." Paspor tim diperkirakan akan dikembalikan paling cepat pada Jumat atau Sabtu ini.
Baca Juga: Kabar Baik Tim Matador, Lamine Yamal Diproyeksikan Fit di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sebelumnya, keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 sempat rumit akibat keterlibatan negara tersebut dalam perang dengan Israel dan ketegangan dengan AS. Masalah administrasi visa bahkan sempat memaksa Iran memindahkan pusat pelatihan mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, yang berbatasan langsung dengan California.
Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, memberikan apresiasi kepada Kedutaan Besar AS di Ankara yang telah memproses visa tim Iran tersebut.
"Olahraga melampaui batas negara, dan kami sangat menantikan kehadiran para kompetitor serta penggemar dari seluruh dunia," tulis Barrack melalui unggahan di media sosial, Jumat.
Baca Juga: Pecahkan Rekor, 1.248 Pemain dari 48 Negara Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
Hadapi Tantangan Berat dan Isu Politik
Perjalanan Iran menuju Piala Dunia kali ini penuh dengan rintangan. Pada Maret lalu, Presiden AS, Donald Trump sempat mengimbau Iran untuk tidak berpartisipasi dengan alasan keamanan dan keselamatan pemain.
Di sisi lain, internal Iran juga sempat bergejolak ketika Menteri Olahraga Iran menyatakan "tidak memungkinkan" bagi tim untuk ikut serta, sebelum akhirnya Federasi Sepak Bola Iran memutuskan untuk tetap ambil bagian pada Mei lalu.
Baca Juga: Cegah Praktik Siswa Titipan dan Malaadministrasi, Ombudsman Kaltim Buka Posko Pengaduan SPMB 2026
Iran sendiri baru meresmikan skuadnya pada Senin (1/6) lalu. Skuad tersebut mencakup 17 pemain domestik yang klubnya sudah tidak berkompetisi sejak Februari akibat situasi perang. Ironisnya, penyerang bintang Sardar Azmoun dicoret dari skuad sejak Maret, yang dilaporkan akibat unggahan media sosial yang memicu kemarahan otoritas Iran di tengah situasi konflik.
Sesuai jadwal, Iran akan melakoni dua laga pertamanya di Inglewood, California, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia enam hari kemudian, sebelum bertolak ke Seattle untuk menghadapi Mesir pada 26 Juni. Menariknya, Iran dan tuan rumah AS berpotensi bentrok di babak 32 besar pada 3 Juli di Arlington, Texas, jika kedua tim finis sebagai runner-up di grup masing-masing.(*)
Editor : Thomas Priyandoko