Siapkan Operasional Penuh, DLH Samarinda Latih 15 Petugas Khusus untuk Kelola Insinerator di Tiga Lokasi

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 14:43 WIB
PENGUATAN SDM: Petugas dari berbagai wilayah di Samarinda mengikuti pelatihan teknis pengoperasian mesin insinerator di Jalan Wanyi, Samarinda Utara, Jumat (10/4).
PENGUATAN SDM: Petugas dari berbagai wilayah di Samarinda mengikuti pelatihan teknis pengoperasian mesin insinerator di Jalan Wanyi, Samarinda Utara, Jumat (10/4).

SAMARINDA-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terus menyiapkan SDM untuk operasional insinerator pengolah sampah. Sebanyak 15 petugas mengikuti pelatihan pengoperasian mesin yang masih dalam tahap uji coba, di insinerator Jalan Wanyi Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (10/4). Kegiatan ini dilakukan sebelum seluruh unit insinerator dioperasikan penuh di berbagai titik kota.

Pengawas insinerator DLH Samarinda Mustofa menjelaskan para peserta pelatihan berasal dari beberapa wilayah yang berdekatan dengan lokasi mesin. Mereka sementara digabung agar proses pelatihan lebih efektif. “Yang ikut training ada 15 orang, gabungan dari Bukit Pinang, Lempake dan Wanyi karena lokasinya dekat jadi kita satukan dulu,” jelasnya. 

Secara keseluruhan DLH menyiapkan sekitar 10 unit insinerator. Namun karena belum semuanya beroperasi, uji coba sementara difokuskan pada tiga titik. “Masih di tiga lokasi, yakni Wanyi, Lok Bahu yang nanti digabung dengan Simpang Pasir dan Tani Aman, serta di Polder Air Hitam bersama Handil Bakti untuk pembakaran,” terangnya.

Baca Juga: Uji Coba Insinerator Samarinda: DLH Fokus Pemanasan Mesin dan Pelatihan Petugas di TPS

Menurut Mustofa, sejauh ini tidak ada keluhan berarti dari petugas. Kendala yang muncul lebih pada jarak tempuh sebagian pekerja dari rumah petugas ke lokasi kerja ke Samarinda. “Keluhan khusus tidak ada, paling soal jarak saja. Kadang mereka juga kami minta merawat lokasi seperti bersih-bersih,” ujarnya. Dalam proses pelatihan, petugas masih mempelajari pola pembakaran agar pengolahan sampah berjalan optimal, mengingat sampah dari TPS masih bercampur antara kering dan basah. “Masih meraba-raba supaya pembakaran bisa sempurna. Kita terus cari cara dan solusi agar prosesnya lebih lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSLB3 DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar menambahkan perlengkapan alat pelindung diri (APD) juga sedang disiapkan bertahap dan ditargetkan lengkap ketika seluruh unit insinerator mulai beroperasi. “Target kita Mei nanti semua petugas sudah menggunakan APD lengkap, sekaligus dilindungi BPJS sebagai bentuk keselamatan kerja,” tegasnya. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
Sumber : Kaltim Post
uji coba insinerator samarinda Insinerator Samarinda