Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kewalahan Tangani Korban Serangan Israel, 17 Pasien Meninggal Dunia

Dwi Puspitarini • Rabu, 19 Maret 2025 | 21:58 WIB
Rumah Sakit Indonesia menjadi salah satu tempat yang menangani para korban yang terus berdatangan akibat serangan Israel.
Rumah Sakit Indonesia menjadi salah satu tempat yang menangani para korban yang terus berdatangan akibat serangan Israel.

KALTIMPOST.ID, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza kembali menjadi saksi betapa brutalnya serangan Israel yang terus berlanjut.

Dalam serangan terbaru pada Selasa, 18 Maret 2025, lebih dari 400 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka parah akibat gempuran udara tanpa henti.

Melansir dari Primetime News Metro TV, Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca mengungkapkan bahwa saat ini RS Indonesia tengah kewalahan menangani korban yang terus berdatangan.

Meskipun dentuman bom sudah mulai mereda, ancaman masih terus mengintai. “Dentuman bom sudah tidak terdengar lagi, khususnya di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Tapi drone-drone Israel masih mengintai di udara,” ujar Meaty dalam, Rabu (19/3/2025).

 Baca Juga: Tak Mau Kecolongan Lagi, DPR Akan Sidak Taman Nasional Usai Temuan 59 Ladang Ganja

Di antara ratusan korban tewas, RS Indonesia mencatat 17 pasien yang tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, dua orang dalam kondisi kritis di ICU, dan sekitar 20 lainnya masih menjalani perawatan intensif.

“Sebagian besar korban mengalami luka parah akibat serpihan bom dan reruntuhan bangunan,” jelas Meaty.

 Baca Juga: Dikira Ada Hubungannya dengan Ganja, Aturan Drone di Bromo Ternyata Punya Alasan Lain

Serangan brutal Israel ini terjadi hanya beberapa minggu setelah gencatan senjata yang disepakati pada 19 Januari 2025 kembali runtuh.

Israel berdalih bahwa mereka meningkatkan serangan demi menekan Hamas agar membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza.

Namun, serangan membabi buta ini justru menewaskan ratusan warga sipil yang tidak bersalah.

Salah satu serangan Israel juga menewaskan Essam al-Dalis, yang dikenal sebagai kepala pemerintahan Hamas di Jalur Gaza sejak 2021.

 Baca Juga: Warga Mengadu ke Polda! Penambangan Ilegal di Eks Hotel Tirta Merugikan dan Rusak Lingkungan

Selain itu, Mahmoud Abu Watfa yang memimpin Kementerian Dalam Negeri Hamas dan Bahjat Abu Sultan dari dinas keamanan internal Hamas turut dilaporkan tewas dalam gempuran tersebut.

“Para pemimpin, bersama dengan keluarga mereka, menjadi martir setelah menjadi sasaran langsung oleh pesawat pasukan pendudukan Zionis,” bunyi pernyataan resmi Hamas yang dilansir AFP dan Al Arabiya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Rumah Sakit Indonesia di Gaza #korban tewas #gaza #serangan israel