KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya akan melepas jabatan di tengah tekanan berat terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh level Rp18.039 per dolar Amerika Serikat.
Isu pergantian posisi Menteri Keuangan ramai beredar di berbagai platform sejak Kamis (4/6). Menanggapi kabar tersebut, Purbaya menegaskan informasi yang beredar tidak benar.
"Ha ha ha, tidak benar," ujar Purbaya singkat saat dikonfirmasi awak media, Kamis sore.
Sebelumnya beredar pesan yang menyebut akan terjadi pergantian Menteri Keuangan pada pukul 15.00 WIB. Dalam rumor tersebut, sejumlah nama ikut disebut sebagai calon pengganti, di antaranya mantan Menteri Keuangan Chatib Basri serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Munculnya isu itu berbarengan dengan pelemahan tajam rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS, yang memicu kekhawatiran pelaku pasar dan menjadi sorotan publik.
Kondisi tersebut juga memicu kritik dari kalangan parlemen terhadap otoritas moneter.
Dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia, sejumlah anggota dewan mempertanyakan langkah-langkah yang diambil untuk menahan laju pelemahan rupiah.
Tekanan terhadap kurs rupiah dinilai semakin berat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari pasar keuangan internasional.
Baca Juga: Daftar Lengkap 8 Tersangka Kasus Korupsi Imigrasi, Ada Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen
Situasi itu turut berdampak pada pergerakan pasar saham domestik yang mengalami koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, pemerintah memastikan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mengantisipasi gejolak pasar yang berpotensi berlanjut.
Editor : Uways Alqadrie